Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 31 Agustus 2017 | 05:16 WIB
  • Curhat Miris Eki Febri Ekawati, Peraih Medali Emas SEA Games

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Curhat Miris Eki Febri Ekawati, Peraih Medali Emas SEA Games
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Atlet tolak peluru putri Indonesia, Eki Febri Ekawati

VIVA.co.id – Air mata atlet putri tolak peluru, Eki Febri Ekawati mengalir begitu lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan di Stadion Bukit Jalil, Jumat 25 Agustus 2017. Nyanyian itu membuat proses penyematan medali emas nomor tolak peluru putri SEA Games 2017 Kuala Lumpur menjadi amat mengharukan baginya.

Butuh 10 tahun bagi Eki untuk bisa mewujudkan mimpi mempersembahkan medali emas SEA Games kepada Indonesia. Sempat diturunkan pada SEA Games 2011 Jakarta-Palembang lalu, dia hanya bisa menempati urutan kelima.

Namun nahas baginya kini. Meskipun memberi kebanggaan kepada Indonesia, namun rupanya Eki hingga kini belum mendapatkan haknya sebagai atlet nasional. Sejak Januari 2017 hingga sekarang, uang akomodasi yang seharusnya dia dapatkan tak kunjung diterima.

"Saya atlet peraih emas SEA Games 2017. Uang akomodasi (makan, penginapan, dll) belum juga dibayar dari bulan Januari-Agustus. Padahal SEA Games sudah hampir selesai. Gimana mau maju? Birokrasi dan sistem olahraga di Indonesia yang ribet," keluh Eki melalui Instagram pribadinya.

Atlet berusia 25 tahun tersebut tentu tak sendirian menghadapi masalah macetnya pendanaan dari pemerintah. Sejak masa persiapan hingga keberangkatan, kontingen Indonesia dibelit masalah tersebut.

Faktor inilah yang kemudian mencuat ke publik, menyusul prestasi kontingen Indonesia di ajang dua tahunan itu tak maksimal. Dari target 55 medali emas, cuma 38 yang sanggup dibawa pulang ke Tanah Air.

"Dalam konteks tidak berhasilnya Indonesia menenuhi target, kami juga menyadari bahwa di antaranya karena secara teknis dan non teknis akibat kendala anggaran tersebut, dan kami mohon maaf," tutur Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto.

Gatot coba memberi penjelasan terkait macetnya dana dari pemerintah kepada para atlet dan pelatih. Anggaran Kemenpora yang baru cair sepenuhnya pada April 2017 dan aturan yang berubah, membuat mereka mesti berhati-hati dalam penggunaannya.

Untuk menindaklanjuti keluhan Eki, Kemenpora langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Gatot juga meminta maaf sekaligus mengapresiasi pencapaian atlet tolak peluru asal Kuningan, Jawa Barat itu.