Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 September 2017 | 12:42 WIB
  • Jelang Asian Games 2018, Pelatnas Angkat Besi Bakal Dipindah

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Jelang Asian Games 2018, Pelatnas Angkat Besi Bakal Dipindah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan

VIVA.co.id – Lokasi pelatnas cabang olahraga angkat besi akan segera dipindah. Dari Kompleks Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, rencananya ada dua tempat yang menjadi sasaran mereka.

Padepokan pencak silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan gedung milik TNI di daerah Gambir jadi sasaran. Langkah ini diambil mengingat pelatnas di Bandung sudah tidak lagi efisien.

(Baca juga: SEA Games 2017 Usai, Utang Hotel Menanti Dilunasi)

"Kita lihat dahulu lokasinya. Seperti apa renovasi yang dibutuhkan, kalau mungkin kita akan renovasi sesuai kebutuhan," tutur manajer cabang olahraga angkat besi, Alamsyah WIjaya, kepada VIVA.co.id, kemarin.

Apalagi saat pelatnas jelang SEA Games 2017 Kuala Lumpur, mereka pontang-panting di sana untuk mengumpulkan uang operasional. Dana yang seharusnya diterima dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) tak kunjung didapat.

Tunggakan Satlak Prima kepada cabang olahraga angkat besi diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Bahkan selama ini mereka menunggak pembayaran hotel tempat menginap.

Ketika sudah berada di Jakarta nanti, Alam ingin pihaknya diberi keleluasan dalam pengelolaan pelatnas, dan mengatur kerja sama dengan sponsor. Dana pemerintah Rp500 ribu per hari untuk para atlet diharap tidak lagi menunggak.

(Baca juga: Kepercayaan Diri Berlebih RI Jadi Bumerang di SEA Games 2017)

"Kami minta pengelolaan mutlak untuk akomodasi. Saya akan bertanggung jawab melaporkannya. Biar kita bisa lebih leluasa," imbuhnya.

Keinginan Alam itu sangat beralasan. Karena seperti pelatnas SEA Games 2017 lalu, program Satlak Prima tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan para atlet angkat besi.