Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 14:24 WIB
  • Perenang Ini Raih Emas Perdana Popnas 2017

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Perenang Ini Raih Emas Perdana Popnas 2017
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Perenang Jawa Barat, Athalarik Maulidio.

VIVA.co.id – Raihan emas Pekan Olah Raga Pelajar Nasional XIV 2017, menjadi teramat istimewa bagi Athalarik Maulidio F. Perenang asal Bandung, Jawa Barat itu mampu meraih target tertinggi, setelah Popnas dua tahun lalu gagal meraih emas.

Ya, Athalarik memang menjadi perhatian pada final cabang renang Popnas Jateng di kompleks Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu 16 September 2017. Bertanding di nomor 400 meter gaya bebas putra, pria 17 tahun itu mampu mengalahkan atlet DKI dengan catatan waktu 4 menit 06.06 detik. 

"Memang saya targetnya juara. Karena, saat Popnas di Bandung 2015 lalu, saya hanya dapat posisi ke-4," kata Athalarik kepada VIVA co.id, Minggu 17 September 2017.

Bagi siswa kelas II SMA 6 Bandung itu, kegagalan memang menjadi pengalaman berharga untuk lebih berlatih lebih keras. Selama dua tahun terakhir, putra pasangan Feri Fadli dan Siti Nani Wahidah itu terus mengembangkan kemampuannya baik di sekolah maupun luar sekolah.

"Jadi, kesan Popnas kali ini, saya bangga bisa raih medali untuk Jabar. Ini bisa jadi pemicu saya lebih baik lagi," ujar pria yang tinggal di Jl Pasirimpun Kecamatan Mandalajati, Bandung tersebut.

Lawan terberat adalah perenang DKI yakni Joe Aditya yang berada di posisi kedua serta wakil Banten yakni Alexander Damanik di posisi kelima.

"Mungkin, karena kolamnya panas banget dan licin, jadi saya termasuk lawan-lawan lain terkendala. Semarang, memang panas banget," tambah dia.

Meski begitu, ia tak mau berpuas diri dengan hasil positif yang diraih. Apalagi, catatan waktu yang diperolehnya belum sesuai target pribadi. "Best time nasionalnya untuk nomor ini kan 4 menit 04 detik. Targetku 4 menit 02 detik, tetapi baru dapat 4 menit 06 detik," ujar pria yang bercita-cita jadi polisi dan pilot itu.

Ia mengaku salah satu pemompa semangatnya adalah keluarga. Bahkan, selama pertandingan, semangatnya selalu dipompa oleh sang kakak yakni Muhamad Agung di luar pertandingan. 

"Target ke depan saya ingin masuk olimpic. Jarang banget, atlet Indonesia ke olimpic," kata dia.