Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 19 September 2017 | 18:37 WIB
  • Rencana Pemangkasan, Satlak Prima Belum Dihubungi Menpora

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Ridho Permana
Rencana Pemangkasan, Satlak Prima Belum Dihubungi Menpora
Photo :
  • Satria Perman/ VIVA.co.id
Ketua Satlak Prima, Achmad Sutjipto (paling kiri).

VIVA.co.id – Target Indonesia di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, tidak sesuai harapan. Indonesia hanya berada di peringkat kelima, dan perolehan medali cuma meraup 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu. Padahal target emas sebanyak 55.

Hal ini menuai kritik dari berbagai kalangan, salah satu yang disoroti adalah kinerja Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh. Dia juga berniat memangkas jumlah anggota Satlak.

"Kami merampingkan jumlah pelaksana dari 90 jadi 30 orang. Dipangkas semua, tujuannya jangan ada double anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM)," ujar Imam saat diwawancarai di Wisma Kemenpora, Selasa 19 September 2017.

Imam menegaskan, dia akan melihat Kinerja Satlak Prima selama dua bulan ke depan. Untuk kontrol kerja Satlak diserahkan ke Inspektorat Kemenpora. "Kami lihat selama dua bulan ini, untuk kontrol akan kami berikan kepada Inspektorat," kata Imam.

Sementara itu, Ketua Satlak Prima, Achmad Tjipto membantah akan dipangkas dan diganti menjadi Satuan Kerja Prima. Selain itu, dia juga mengatakan, Menpora belum berkomunikasi terkait pembahasan tersebut.

"Kalau mau dirampingkan, harus bicara dulu ke saya. Kami saat ini hampir 80 orang, kami minta buka lagi struktur dan lihat tupoksinya. Jika memang ada pemborosan anggaran dan SDM baru dilakukan, Tapi ingat pasti ada efek dan akibat," ujarnya menjelaskan.

"Saya berpendapat Prima tidak bisa jadi Satker, karena hanya sebagai satuan pelaksana. Saya lihat dari peraturan yang ada, wewenang itu ada di Dewan Pelaksana Olimpiade Asia," kata Tjipto berdalih. (mus)