Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 11:08 WIB
  • Sederhananya Hitung Mundur Asian Para Games 2018

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Sederhananya Hitung Mundur Asian Para Games 2018
Photo :
  • Dok. INAPGOC
Logo hitung mundur Asian Para Games 2018

VIVA.co.id – Acara hitung mundur Asian para Games 2018 berlangsung dengan cara sederhana. Digelar di JIEXPO, Kemayoran, Jumat 6 Oktober 2017, hanya ditandai dengan potong tumpeng oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Jika dibandingkan dengan acara hitung mundur Asian Games 2018 tentu saja tertinggal jauh. Meskipun begitu, Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) enggan dianggap remeh.

"Masalahnya bukansbukan sederhana atau tidak, tetapi countdown (hitung mundur) ini harus kita laksanakan. Yang penting harus dapat esensinya," kata Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari.

"Countdown ini menandakaan 365 hari menuju Asian Para Games dan kami bisa melaporkan ke Asian Paralympic Committe, bahwa Indnesia sudah melakukan lagi satu kegiatan," imbuhnya.

Masih adanya kendala yang dihadapi INAPGOC, namun Oktohari mengapresiasi dukungan pemerintah. Hadirnya Kalla dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menandakan adanya dukungan tersebut.

Dana kas INAPGOC hingga saat ini sebenarnya masih kosong. Rp86 miliar yang dialokasikan untuk anggaran 2017 belum kunjung cair, karena menunggu persetujuan dari Komisi X DPR RI.

Logo dan Maskot Elang Bondol

Pada saat bersamaan, INAPGOC juga meluncurkan logo dan maskot Asian Para Games 2018. Konsep harmoni diangkat menjadi logo karena menggambarkan keselarasan/keseimbangan dengan alam sekita dan lingkungan.

Bentuk logo secara keseluruhan adalah lingkaran yang dimaksudkan sebagai gambaran keberagaman bangsa-bangsa di Asia. Sehingga dapat memunculkan 'The Harmony of Asia' kepada dunia.

Sedangkan untuk maskot, INAPGOC memilih Elang Bondol untuk mewakili. Alasannya, karena hewan tersebut mewakili Kota Jakarta, yang menjadi lokasi perhelatan Asian Para Games 2018 mendatang.

"Kami memilih Elang Bondol sebagai maskot karena hewan itu adalah lambang Kota Jakarta. Pemilihan elang juga menjadi langkah kami menyesuaikan dengan maskot Asian Games 2018," tutur Oktohari.

Maskot Elang Bondol itu diberi nama Ulung. Selain memiliki arti sama dengan elang dalam bahasa Indonesia, Ulung juga memiliki arti berpengalaman, mahor, terbaik, dan pemimpin.

Arti lainnya yang ingin disampaikan melalui nama Ulun adalah singkatan dari Ultimate, Undispute, dan Nations Globally. Yang berarti bangsa-bangsa unggul dan tidak terkalahkan secara global.