Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 00:01 WIB
  • Jangan Usil, Gadis Mungil dan Cantik Ini Mahir Taekwondo

  • Oleh
    • Luzman Rifqi Karami,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Jangan Usil, Gadis Mungil dan Cantik Ini Mahir Taekwondo
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal (7-10-17)
Atlet Taekwondo, Abila Dwi Rahayu.

VIVA.co.id – Namanya Abila Dwi Rahayu. Wajah rupawan berkulit putih. Tubuhnya lentur selentur rambut lurusnya yang hitam. Berpostur mungil, siapa sangka gadis 17 tahun itu ahli bela diri Taekwondo dan langganan juara. Secara fisik, mudah dikira banyak pemuda bakal menaksir. Tapi kalau mau usil, baiknya pikir-pikir.

Abila adalah satu di antara dua unggulan atlet Taekwondo Jawa Timur yang diharapkan mewakili Indonesia meraih juara di Asian Games 2018 mendatang. Maklum, sejak masih bocah, gadis asal Pamekasan, Madura, itu berkali-kali menyabet juara. 

"Pertama dapat juara saat usia 12 tahun, waktu itu baru lulus SD dan mau masuk SMP. Saya juara satu kejuaraan tingkat provinsi Jatim," kata Abila ditemui di sela-sela ajang Kejuaraan Taekwondo Pengurus Provinsi Jatim di Gedung Olahraga Joyoboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Sejak itu, berkali-kali dia meraih juara tingkat yang sama. Dia mengaku hampir setiap bulan mengikuti kejuaraan tingkat Jatim dan hasilnya sama: juara satu. "Terus ikut PON di Jabar kemarin, posisi tiga. Di Popnas juga peringkat tiga," ucap siswi kelas 3 SMA itu.

Di ajang internasional, Abila mengaku pernah mewakili Indonesia untuk kategori cabang olahraga Taekwondo di Asian Junior ke-4 di Kazakhstan. "Tapi bukan juara, hanya masuk peringkat kelima," ujarnya.

Abila mengaku suka Taekwondo sejak masih bocah. Dia mulai bergabung sejak kelas 4 SD. Kebetulan, di sekolahnya ada kegiatan ekstrakurikuler bela diri Taekwondo. "Saya ikut dan suka Taekwondo sampai sekarang," katanya.

Bukan perkara mudah bagi Abila bergelut di dunia adu fisik. Orangtuanya sempat melarang, terutama sang ibu. Beberapa kali dia mesti sembunyi-sembunyi saat latihan. "Kata orangtua, Taekwondo itu olahraga cowok. Tapi setelah saya juara terus, dibolehkan," katanya.

Ditanya soal cowok, Abila mengaku sampai kini belum punya pacar. Apa cowok banyak yang menghindar karena dia ahli Taekwondo? "Enggak sih. Malah sering saya ditanya, 'Abila, kamu juara Taekwondo? Tapi kok tubuh kami lentur  sekali', teman-teman sering bilang begitu," katanya. 

Di Kejuaraan Jatim kali ini, Abila adalah satu dari total 1.500 peserta lomba tingkat prakadet, kadet dan pemula, dari 35 kabupaten/kota se-Jatim.

"Kejurprov  Jatim ini persiapan atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional November mendatang di Jakarta dan Sea Games tahun depan," kata Ketum Taekwondo Jatim, Ishaq M Siregar.

Ketua Harian Taekwondo Jatim, Steanus Sumarsono, berharap Kejurprov di Kediri menjadi penyemangat bagi atlet Taekwondo Jatim, yang  dulunya dikenal sebagai provinsi penelur atlet nasional Taekwondo. "Semoga bisa bangkit kembali Taekwondo di Jatim," ucapnya.