Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 13:44 WIB
  • Pembubaran Satlak Prima Tak Sepenuhnya Disetujui

  • Oleh
    • Satria Permana,
    • Yudhi Maulana
Pembubaran Satlak Prima Tak Sepenuhnya Disetujui
Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, di SEA Games 2017.

VIVA.co.id – Wacana pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) terus bergulir. Reaksi pun muncul dari elite-elite olahraga nasional.

Salah satunya adalah Pengurus Besar Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI). Manajer Tim Angkat Besi Indonesia, Alamsyah Wijaya, merasa tak setuju dengan wacana pembubaran Satlak Prima.

Menurutnya, sebagai lembaga, Satlak Prima tak seharusnya dibubarkan. Alamsyah menyarankan, ketimbang dibubarkan, lebih baik dilakukan reformasi kepengurusan di tubuh Satlak Prima.

"Ini agak sulit ya. Saya kurang setuju jika Satlak Prima dibubarkan. Lembaga, bagi saya, tidak salah. Oknumnya yang harus diberantas. Oknum beres, lembaga tak jadi buruk," kata Alamsyah kepada VIVA.co.id, Senin 9 Oktober 2017.

Opsi pembubaran Satlak Prima muncul karena dalam persiapan kontingen Indonesia untuk menghadapi beberapa ajang multi event sering terjadi keterlambatan gaji atlet dan peralatan latihan serta tanding.

Dengan dibubarkannya Satlak Prima, diharapkan birokrasi olahraga nasional menjadi lebih praktis karena para PB langsung bersentuhan dengan Kemenpora untuk bisa menjalankan programnya.

Wacana pembubaran Satlak Prima muncul usai Indonesia terpuruk di SEA Games 2017. Tim Merah Putih hanya bisa finis di posisi kelima dengan raihan 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu.