Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 15 Oktober 2017 | 14:25 WIB
  • INASGOC dan Pordasi Terus Komunikasi soal Kesiapan Venue

  • Oleh
    • Pratama Yudha
INASGOC dan Pordasi Terus Komunikasi soal Kesiapan Venue
Photo :
  • Istimewa
Equestrian

VIVA.co.id – Rangkaian test event "Road to Asian Games 2018" yang digelar Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) bekerja sama dengan induk organisasi olahraga nasional (PB/PP) tak hanya bertujuan untuk menguji kesiapan panitia. Tapi juga untuk melihat kesiapan venue yang akan dipakai nanti.

Hal itu juga terlihat dari test event “Road to Asian Games 2018” cabang equestrian bertajuk FEI World Jumping Challenge 2017 yang berlangsung di Arthayasa Stables, Limo, Depok, Jawa Barat.

Semula format pertandingan test event equestrian ini akan menggunakan sistem CCI (concours complet international) yang berlangsung selama tiga hari penuh, dan memakai urutan nomor lomba eventing, yakni dressage dan show jumping di hari pertama sebagai babak pendahuluan. Lalu, lomba cross country di hari kedua, dan pada hari ketiga digelar kembali lomba dressage dan show jumping yang merupakan babak final.

Oleh karena itu, sejak awal kompetisi,  Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) sebagai pelaksana lomba menjadwalkan test event equestrian ini digelar di dua competition venue. Arthayasa Stables untuk pertandingan dressage dan show jumping, sedangkan lomba cross country berlangsung di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP).

“Namun karena persiapan lokasi di JIEPP belum matang untuk lomba cross country, maka kami melakukan perubahan. Semula, kami akan menggunakan format CCI, yakni cross country dipertandingkan sebelum babak final show jumping. Namun, sekarang pertandingan di balik menjadi show jumping terlebih dahulu kemudian cross country, atau menggunakan format CIC (concours international combine),” kata manajer kompetisi, Jupri Mardi dalam rilis yang diterima VIVA.co.id.

Perubahan yang sesuai dengan peraturan FEI (federasi equestrian internasional) itu diambil karena saat final inspeksi oleh juri, lokasi JIEPP masih terdapat beberapa rintangan yang harus diperbaiki, sehingga perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

“Ini lah tujuan besar dari test event, yakni mengetahui kesiapan venue sejak dini sehingga bisa melakukan perbaikan pada dua seri lagi test event cabang equestrian yang semuanya diagendakan berlangsung di Pulomas. Tak lagi di Arthayasa Stables karena lokasi di Arthayasa akan digunakan untuk competition venue cabang modern pentathlon,” tutur Jupri.

Pordasi akan terus berkoordinasi dengan INASGOC, terutama Department Venue and Environment untuk mempercepat kesiapan JIEPP agar dua seri test event yang direncanakan pada 3-5 November dan 1-3 Desember berjalan dengan baik karena dukungan venue yang maksimal.