Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 15 Oktober 2017 | 20:03 WIB
  • Revisi Kontrak Asian Games 2018, Negara Hemat Rp405 Miliar

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles,
    • Radhitya Andriansyah
Revisi Kontrak Asian Games 2018, Negara Hemat Rp405 Miliar
Photo :
  • Istimewa
Penandatanganan Host City Contract (HCC).

VIVA.co.id – Persiapan Asian Games 2018 kian matang. Terkait persiapan multievent olahraga empat tahunan kawasan Asia, Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Fahad Al-Sabah, mengunjungi Indonesia. Kedatangannya tak lain untuk penandatanganan Host City Contract (HCC).

Dalam kesempatan ini turut hadir Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani, serta Menteri Pembangunan Umum Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Perumahan Rakyat (Pupera) Basuki Hadimulyono.

Penandatanganan kontrak HCC ini adalah final. Dikatakan Kalla, ada beberapa hal yang diubah demi kelancaran terselenggaranya Asian Games 2018. Dia sedikit membocorkan bahwa pihak OCA dan Indonesia sepakat mengefisiensi soal dana.

Hal ini terkait dengan sponsor termasuk BUMN, dan swasta nasional. Dikatakan Kalla, revisi HCC bisa memudahkan pihak penyelenggara Asian Games dalam hal ini Inasgoc, untuk menyelesaikan masalah dana sebelum gelaran dimulai.

"Hari ini kami menandatangani perubahan kontrak perjanjian dengan OCA dengan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. Pada prinsipnya, pokok perubahan itu adalah untuk melancarkan Asian Games dan meningkatkan Asian Games, dan efisiensi penyelenggaraan Asian Games ini," ujar Kalla dalam sesi temu awak media.

Erick  Thohir selaku Ketua Inasgoc, menjelaskan persoalan dana. Dalam HCC sebelumnya, dia mengaku sponsor baru bisa mencairkan dana setelah pembukaan. Itu berarti pada 19 Agustus 2018 mendatang. Sementara, kebutuhan dana untuk persiapan tak sedikit.

"Dalam HCC sebelumnya, sponsor ini termasuk BUMN dan swasta Nasional kan baru bisa mencairkan dana setelah pembukaan. Berarti baru cair 19 Agustus (2018). Nah, kita revisi supaya memudahkan kita. Selain itu, ada juga beberapa hal yang bisa kita efisiensi soal pendanaan," ujar Erick.

"Dengan revisi ini juga kita bisa melakukan banyak penghematan. Bisa lebih berhemat sampai $20-$30 juta (Rp405 miliar)," imbuhnya.

Selain itu, Kalla juga menegaskan jika tidak ada perubahan jumlah cabang olahraga. Nantinya akan da 40 cabor dan 462 nomor yang dipertandingkan. Dalam penandatanganan HCC ini, tidak ada perubahan jumlah cabor, termasuk penambahan atau pengurangan. Hanya, OCA membebaskan Indonesia untuk mengaturnya.

"Tadi sudah dijawab oleh Syeikh (Fahad), cabang tetap 40. Tapi, event-nya bisa diatur kembali. Di mana, ini bisa jadi yang terbaik untuk semuanya," tutur Kalla.