Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 22:53 WIB
  • Inspirasi dari Atlet Berkuda Paralimpiade

  • Oleh
    • Zaky Al-Yamani
Inspirasi dari Atlet Berkuda Paralimpiade
Photo :
  • Istimewa
Atlet berkuda, Gemma Rose Foo.

VIVA – Muda, tidak mudah menyerah, berprestasi, dan menjadi inspirasi. Itu lah yang ditunjukkan Gemma Rose Foo sebagai tim atlet paralimpiade Singapura ini.

Gadis 21 tahun yang didiagnosis mengidap penyakit spastic quadriplegia (gangguan gerakan yang disebabkan oleh cedera pada otak) sejak ia lahir ini, berhasil meraih juara di kejuaraan Concours Para-Équestre de Dressage International (CPEDI3) di Jerman, beberapa waktu lalu.

Bertanding pada kategori freestyle dressage (tunggang serasi diiringi musik), Gemma Rose Foo mengembangkan gerakan-gerakannya sendiri bersama dengan pelatih untuk ditampilkan kepada penonton. 

Kini, ia pun kembali bersiap untuk mengukir prestasi pada FEI World Equestrian Games (WEG) 2018. WEG akan berlangsung pada September 2018 di Tyron International Equestrian Centre, Mill Spring, Carolina Utara. 

Turnamen ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan dianggap sebagai turnamen yang sangat penting dalam kalender equestrian (olahraga berkuda) dunia. Tahun depan, diperkirakan para peserta dari 70 negara akan mengikuti kompetisi ini dan dihadiri oleh sekitar 500.000 penonton.

“Pada akhirnya, saya berharap untuk memenangi medali,” ujar Gemma saat ditanya apa yang menjadi harapannya untuk WEG 2018 seperti rilis yang diterima VIVA, Kamis 19 Oktober 2017. 

“Saya masih harus banyak belajar untuk membangun pengalaman. Oleh karena itu, saya akan terus mendorong diri untuk mencapai puncak karier,” ucap Gemma.

Prestasi olahraga Gemma pun menjadi inspirasi. Apalagi, dia mampu menyeimbangkan antara belajar dan berlatih kuda. Meski mengakui ini bukanlah hal yang mudah, tapi dia tidak menyerah. 

Selain menjadi atlet berkuda, Gemma saat ini sedang menyelesaikan studinya pada jurusan Komunikasi Massa di MDIS (The Management Institute of Singapore)

“Karena jadwal yang padat, saya hanya memiliki waktu satu minggu untuk berlatih dengan kuda saya di Cologne, Jerman, sebelum kompetisi dimulai di Überherrn, Jerman,” ungkap Gemma.

Gemma mulai berkuda saat masih berumur 8 tahun untuk membantu memperbaiki kondisinya. “Saya mulai perjalanan ini (berkuda) sejak 12 tahun yang lalu sebagai bentuk terapi," katanya. 

"Saya bersyukur dengan pencapaian dan prestasi saya dalam 6 tahun terakhir ini dalam bidang berkuda,” ujar Gemma yang telah berpartisipasi dalam Paralimpiade tahun 2012 dan 2016 itu. (art)