Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 02:15 WIB
  • Lari, Olahraga Murah dengan Banyak Manfaat

  • Oleh
    • Luzman Rifqi Karami,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Lari, Olahraga Murah dengan Banyak Manfaat
Photo :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita (5-11-17)
Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Mohamad Bob Hasan

VIVA – Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Mohamad Bob Hasan mengatakan lari menjadi satu hal sangat penting untuk beragam cabang olahraga, termasuk dalam  sepakbola yang digandrungi masyarakat. 

"Bagaimana bisa menang dalam sepakbola kalau lari saja tidak benar. Lari itu sangat penting dalam olahraga apapun," katanya saat Fun Run dan Lomba Lari 5 Kilometer yang berbarengan dengan peresmian desa Mandiri Lestari Tamanmartani di Komplek Candi Prambanan, Minggu 5 November 2017.

Menurutnya, lari tak hanya mencetak atlet-atlet nasional, tapi sebagai fondasi yang kokoh dalam beragam cabang olahraga. Selain itu, olahraga lari juga merupakan jenis olahraga yang paling murah serta menyegarkan badan. 

"Olahraga modal dengkul ya lari, tak perlu biaya mahal karena bisa dilakukan siapa saja," katanya yang juga mengajak beberapa atlet-atlet lari nasional dalam kesempatan itu. 

Membina olahraga lari, kata dia, harus dimulai sejak kecil dan terus secara terus-menerus dilakukan. Selain membentuk postur tubuh yang proposional, lari membuat pernafasan dan daya tahan tubuh seseorang menjadi lebih baik. 

"Coba atlet-atlet ke sini (memanggil atlet-atlet,red), bagaimana postur tubuhnya dengan wartawan, wartawan juga perlu olahraga lari," jelasnya disambut tawa. 

Uang Pembinaan

Sementara bagi atlet yang berprestasi, Bob terus melakukan pembinaan di luar cabang olahraga tersebut. Jika sang atlet mendapat uang pembinaan dalam suatu kompetisi, maka tidak boleh dihabiskan untuk hal-hal konsumtif. 

"Harus ditabung untuk hari tua, atlet pasti pensiun. Boleh diambil hanya untuk kepentingan hari tua, buat rumah kontrakan, kos, warung, atau usaha lain untuk bekal nanti setelah pensiun jadi atlet, itu yang saya arahkan," jelasnya. 

Salah seorang atlet lari perempuan berusia 22 tahun mengaku sempat mengambil uang pembinaan yang ditabung berjumlah Rp 100 juta. Uang tersebut dipergunakan untuk membuat kost dan warung yang dikelola oleh orang tuanya. 

"Saya tak mau setelah jadi atlet miskin, harus bisa berwirausaha. Makanya, ketika mendapat uang pembinaan, harus dipergunakan untuk bekal hari tua dan usaha," katanya.