Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 05:35 WIB
  • Kendala Besar Pengerjaan Sarana Asian Games 2018

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles,
    • Donny Adhiyasa
Kendala Besar Pengerjaan Sarana Asian Games 2018
Photo :
  • VIVA.co.id/Donny Adhiyasa
Proyek pengerjaan venue Asian Games 2018

VIVA – Kesiapan provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu kota tuan rumah perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang terus menjadi sorotan. Berlabel sebagai lokasi berlangsungnya pembukaan dan penutupan, rupanya persiapan sejumlah infrastruktur di Jakarta bukan tanpa kendala.

Poin besar yang perlu menjadi perhatian khusus adalah kesiapan tersedianya akses transportasi dan mobilitas pendukung lainnya. Sejumlah moda transportasi dan sarana akomodasi pun kian dikebut pengerjaannya.

Hal ini dimaksudkan agar setiap proyek pengerjaan dari fasilitas tersebut dapat selesai tepat waktu dan mampu diuji coba sebelum dimulainya Asian Games 2018 mendatang.

Adapun sarana-sarana antara lain adalah perkampungan atlet di Kemayoran, venue berkuda dan velodrom Rawamangun serta jalur LRT dan MRT plus pemugaran sejumlah fasilitas pejalan kaki di jalan-jalan protokol Ibukota.

Beberapa poin penting pun dibeberkan oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro), Satya Heragandhi selaku pelaksana proyek pembangunan sarana penunjang gelaran Asian Games 2018 di DKI Jakarta.

"Kendala utama yang kita rasakan dalam 1-2 bulan terakhir ini adalah musim hujan yang maju lebih dulu. Karena saat hujan macetnya nggak karuan dan mobilitas alat-alat berat jadi lebih susah," ungkap Satya saat kunjungan venue Asian Games bersama Pemprov DKI dan INASGOC, Minggu 12 November 2017.

Ditargetkan, untuk pembangunan LRT dan MRT yang akan menghubungkan perkampungan atlet dan sejumlah venue bisa mulai rampung terpasang pada Januari 2018, dimana rangkaian rel dan material lainnya ada yang didatangkan khusus dari Rusia.