Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 19 November 2017 | 10:51 WIB
  • Ajang Gowes Pesona Nusantara Dengungkan Hari Sepeda Nasional

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa
Ajang Gowes Pesona Nusantara Dengungkan Hari Sepeda Nasional
Photo :
  • istimewa
Perhelatan Gowes Pesona Nusantara 2017

VIVA – Etape ke-88 perhelatan Gowes Pesona Nusantara berlangsung meriah di kota Ngawi pada Sabtu 18 November 2017. Ribuan pesepeda dari berbagai kalangan tumpah ruah di alun-alun kota yang bermoto "Ngawi Ramah" bergowes sejauh kurang lebih 10 kilometer.

Pergelaran ini merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah gerakan "Ayo Olahraga". Acara tersebut turut dihadiri Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono yang memimpin start para peserta.

Terkait perhelatan Gowes Pesona Nusantara itu sendiri, Bupati Ngawi menuturkan bahwa perhelatan tersebut merupakan bentuk kerja nyata dengan memaksimalkan sinergitas.

"Terima kasih kepada pihak Kemenpora dalam hal ini Menpora Imam Nahrawi yang melibatkan Ngawi dalam Gowes Pesona Nusantara, di mana selain program berolahraga namun mampu memunculkan suatu pesona yang terpendam di nusantara ini, terlebih Ngawi memiliki destinasi wisata dengan pesona yang luar biasa," ucapnya.

Tak cuma itu, dalam etape di Ngawi ini didengungkan pula memunculkan gerakan Hari Bersepeda Nasional. Hal tersebut terlihat dari para pesepeda dan Bupati membubuhkan tanda tangan pada spanduk bertuliskan "Masyarakat Ngawi Mendukung Hari Bersepeda Nasional".

Sementara itu, di lain tempat juga sedang bergulir pemantapan dan finalisasi draf keputusan Presiden terkait Hari Bersepeda Nasional di Hotel Grand Hap, Solo, Sabtu 18 November 2017.

Geliat masyarakat bersepeda sangat antusias menginginkan adanya Hari Bersepeda Nasional. Pakar hukum Profesor Eka Mahendra mengatakan tak ada ruginya jika Hari Bersepeda Nasional itu dijadikan sebuah keputusan Presiden (Keppres).

Kondisi itu beriringan dengan kegemaran Presiden Joko Widodo membagi-bagikan sepeda di hampir setiap kunjungan kerjanya di daerah.

"Presiden itu berwenang menetapkan suatu hari itu sebagai hari apa, seperti hari Bersepeda atau hari lainnya, terlebih hari bersepeda ini karena manfaatnya lebih banyak daripada kerugiannya," ujar Profesor Eka Mahendra.

"Untuk itu mereka meminta kepada pemerintah diadakannya infrastruktur agar supaya bersepeda mendapatkan keamanan, kenyamanan," tambahnya.

Nantinya, diharapkan hari Bersepeda bukan hanya seremonial belaka, namun sebuah gerakan yang mampu menggairahkan masyarakat menggunakan sepeda.