Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 21 November 2017 | 20:14 WIB
  • Ini Rival Berat Indonesia Kejar Target 10 Besar Asian Games

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Ini Rival Berat Indonesia Kejar Target 10 Besar Asian Games
Photo :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Menpora Imam Nahrawi.

VIVA – Sejumlah negara diprediksi menjadi saingan berat bagi Indonesia di ajang Asian Games XVIII Tahun 2018 di Jakarta dan Palembang. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menyampaikan bahwa saingan-saingan berat itu adalah sejumlah negara yang raihan medalinya lebih banyak dari Indonesia pada Asian Games XVII yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan, pada 2014.

Indonesia sendiri hanya mampu menduduki peringkat ke-17 pada Asian Games Incheon. Imam menyampaikan, sejumlah negara yang lebih unggul dari Indonesia itu di antaranya adalah Thailand, Qatar, Korea Utara, dan China Taipei.

"Kita harus kerja keras karena seperti diancam. Kita sebelumnya berada di tingkat 17, kini untuk memenuhi target 10 besar kita memang harus menggeser beberapa negara itu," ujar Imam usai rapat terbatas (ratas) perkembangan persiapan Asian Games di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 21 November 2017.

Maka dari itu, Imam menyampaikan, pemerintah menetapkan 'Empat Sukses' dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Keempat Sukses itu mencakup Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, Sukses Ekonomi, dan Sukses Administrasi. Kemenpora adalah lembaga pemerintah yang ditunjuk untuk menjalankan 'Sukses Prestasi'.

Imam menyampaikan, ada anggaran tahun 2018 sebesar Rp735 miliar, ditambah anggaran yang telah berjalan pada tahun ini, khusus untuk penjaminan prestasi Indonesia di Asian Games 2018. "Saya terus terang diberi mandat untuk betul-betul menyiapkan sukses prestasi," ujar Imam.

Imam menyampaikan, penggunaan anggaran itu diprioritaskan untuk penjaminan prestasi Indonesia di cabang olahraga yang memang diunggulkan, misalnya bulu tangkis. Tindakan pendampingan khusus dilakukan kepada para atlet sejak masa pelatihan sehingga target betul-betul tercapai.

"Misalnya target emasnya dua, tiga, atau lima. Maka target itu yang akan kita kawal. Mulai dari hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar mereka (atlet), sampai kemudian perhatian sosial kepada mereka," ujar Imam.