Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 13:22 WIB
  • Upaya Meminimalisir Kesalahan Informasi di Asian Games 2018

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles,
    • Radhitya Andriansyah
Upaya Meminimalisir Kesalahan Informasi di Asian Games 2018
Photo :
  • BUMN.go.id
Logo Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

VIVA – Salah satu elemen penting dalam gelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang adalah media massa. Akan ada ratusan jurnalis dari dalam dan luar negeri yang turut hadir meliput jalannya ajang olahraga bergengsi di kawasan Asia ini.

Dalam acara Asian Games Media Forum (AGMF) yang digelar di Jakarta Selatan, Senin 27 November 2017, ada penjelasan soal pelayanan media dalam dan luar negeri. Tito Loho selaku Member of Accreditasion INASGOC, menjanjikan kenyamanan bagi para peliput Asian Games 2018.

Menurut Tito, nantinya akan ada pelayanan khusus bagi media, termasuk fasilitas di masing-masing venue. Dijelaskan Tito juga, para awak media akan diberikan ruang sebesar 10 persen dari venue yang akan menggelar pertandingan.

Tak cuma itu, ada pula beberapa fasilitas yang akan disiapkan, salah satunya untuk para fotografer. Karena akan dengan mudah mengakses foto, karena nanti penyelenggara akan menyediakannya.

Selain itu, INASGOC juga akan memberdayakan banyak penerjemah. Hal ini berfungsi untuk memudahkan para jurnalis lokal maupun internasional, dalam pemahaman sebuah berita. Dengan pemahaman yang baik, kesalahan informasi pun dapat diminimalisir.

"Kami akan menyediakan 10 persen ruang dari keseluruhan venue, untuk media cetak, online, dan televisi. Tapi, kami memberikan informasi seputar Asian Games, dan kami juga menyediakan beberapa fasilitas. Salah satunya kami menyediakan foto news services," ujar Tito kepada wartawan.

"Untuk media nasional, kami akan menjadikan prioritas dan akan memberikan pelayanan khusus. Untuk media luar negeri, kami juga akan mempermudah. Nantinya, akan ada penerjemah yang akan menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, begitu juga sebaliknya," ujarnya.

Tito juga menjelaskan, jurnalis asing yang bisa meliput gelaran Asian Games 2018 adalah mereka yang resmi ditunjuk NOC (National Olympic Committee) dari negara masing-masing).

"Jurnalis ini kan sebuah profesi dan pekerjaan, Oleh sebab itu, kita coba permudah. Tapi, semua jurnalis luar (negeri) harus lebih dulu memiliki visa yang nantinya akan diurus oleh NOC negara masing-masing," kata Tito.