Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 12:19 WIB
  • Palembang Klaim Punya Venue Dayung Terbaik Dunia

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Radhitya Andriansyah
Palembang Klaim Punya Venue Dayung Terbaik Dunia
Photo :
  • Reuters/Gonzalo Fuentes
Pedayung Indonesia, Dewi Yuliawati.

VIVA – Cabang olahraga dayung (rowing) jadi salah satu yang akan digelar di Palembang, dalam gelaran Asian Games 2018. Venue dayung yang terletak di Jakabaring Sport City, digadang akan jadi venue terbaik di dunia.

Adalah Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, yang berani menyebut venue dayung Jakabaring Sport City, akan jadi yang terbaik di dunia. Hal ini didasarkan pada infrastruktur yang sangat canggih dan lengkap.

"Untuk venue dayung, ini akan jadi tempat yang terbaik di dunia. Bukan cuma jadi salah satu yang terbaik di Asia, tapi yang terbaik di dunia," kata Alex kepada wartawan, Senin 27 November 2017

"Kemarin ada test event di kejuaraan Asia. Setelah selesai, Jepang, China, dan Korea Selatan sepertinya nyaman berada di sana. Mereka memperpanjang masa tinggalnya sampai dua minggu," ujarnya.

Selain itu, Alex juga menjelaskan soal keunggulan Kampung Atlet Asian Games 2018, yang juga terletak di kawasan Jakabaring Sport City. Alex mengatakan, dari delapan tower, saat ini sudah rampung enam tower.

Kampung Atlet Jakabaring Sport City diprediksi akan selesai total pada akhir Desember 2018. Saat ini, dua tower tersisa yang belum rampung hanya tinggal menunggu komponen furniture masuk.

Menurut Alex, Kampung Atlet Jakabaring Sport City memiliki konsep one stop living. Atlet tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk latihan atau bertanding. Sebab, hanya dengan hitungan menit dan ditempuh dengan berjalan kaki, semua venue olahraga sudah bisa dicapai.

"Athlete Village juga sudah hampir selesai. Sudah selesai enam dari delapan tower. tinggal furniture masuk. Athlete Village nanti bisa menampung 3.500-3.700 atlet," ujar Alex lagi.

"Setiap atlet hanya perlu berjalan kaki sekitar satu sampai lima menit. Tidak perlu naik bus berjam-jam sampai ke venue. Turun dari athlete village, mau latihan atau bertanding, cukup jalan kaki." (mus)