Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 2 Desember 2017 | 15:26 WIB
  • Anindya Bakrie Ingin Renang Pecah Telur di Asian Games 2018

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Anindya Bakrie Ingin Renang Pecah Telur di Asian Games 2018
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa
Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Anindya Novyan Bakrie meresmikan Stadium Renang Akuatik di Senayan, Sabtu 2 Desember 2017.

VIVA – Asian Games 2018 Jakarta-Palembang akan dimulai pada Agustus mendatang. Ini merupakan kali kedua Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah ajang olahraga paling bergengsi di kawasan benua Asia.

Kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah ialah 1962 silam. Ketika itu total ada 16 negara yang menjadi peserta. Sedangkan pada 2018 mendatang, peserta bertambah menjadi 45 negara.

Gengsi menjadi pertaruhan Indonesia untuk mengejar medali. Tak terkecuali Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Mereka ingin pada Asian Games 2018 nanti, medali bisa diperoleh.

Sebab, kali terakhir atlet renang Indonesia menyabet medali di Asian Games pada 1990 lalu di Beijing, China. Ketika itu, kontingen renang Indonesia membawa pulang tiga medali perunggu.

Richard Sam Bera menempati peringkat ketiga 100 meter gaya bebas. Disusul oleh Wirmandi Sugriat yang turun di nomor 200 meter gaya dada. Perunggu terakhir direbut oleh tim putri Indonesia yang turun di 4x100 gaya bebas estafet.

"Kita ingin mengedepankan atlet yang bisa memecahkan telur. Kita sudah lama tidak pecah telur, sudah 28 tahun," ujar Ketua Umum PRSI, Anindya Novyan Bakrie kepada VIVA, Sabtu 2 Desember 2017.

Anin berkesempatan bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Stadion Renang Akuatik Senayan pada siang WIB ini. Kunjungan itu merupakan bagian dari acara peresmian empat venue Asian Games 2018, termasuk Lapangan Hoki, Lapangan C Senayan, dan Lapangan Panahan.

Renovasi yang dilakukan teradap Stadion Renang Akuatik Senayan juga memuaskan. Menurut Anin, nantinya akan bisa menampung sebanyak 8.000 penonton, atau jauh lebih besar dari milik Malaysia yang cuma berkapasitas 3.500. (hd)