Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 06:03 WIB
  • PB PRSI Usung Renang Masuk Kurikulum Sekolah

  • Oleh
    • Muhammad Nurhendra Saputra,
    • Donny Adhiyasa
PB PRSI Usung Renang Masuk Kurikulum Sekolah
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa
Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum PRSI, Anindya Novyan Bakrie saat resmikan Aquatik.

VIVA – Selama dua pekan ke depan, fokus publik Tanah Air akan tertuju ke Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta. Sebuah ajang Test Event Road to Asian Games 2018 mendatang.

Hal ini membuat turnamen yang bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017, begitu diminati untuk mempertajam pencapaian para atlet. Tak cuma itu, gelaran ini juga seolah membangkitkan geliat dunia akuatik nasional mulai bergaung lagi.

Lantas, seperti apa strategi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) selaku induk olahraga akuatik memasyarakatkan kembali aktivitas renang dan menjaring bibit-bibit muda berbakat sebagai atlet-atlet masa depan?

Dan tantangan besar ini pun coba disikapi positif oleh Ketua Umum PB PRSI, Anindya Novyan Bakrie, yang yakin bahwa formulanya akan dapat menemukan sejumlah bakat-bakat atlet.

"Kita berharap, program praktik renang menjadi bagian kurikulum sekolah. Karena, bagaimana pun juga ini kan life surviving skill," ungkap Anindya Novyan Bakrie, Selasa malam, 5 Desember 2017.

"Ini kan negara kepulauan, jadi penting sekali bahwa banyak orang bisa renang. Perlu adanya suatu gerakan sosial, di mana kita bisa, misalkan 'yuk, renang yuk'," tambahnya.

Adapun guna menyiapkan sejumlah fasilitas dan sarana yang diperlukan dalam proses pembibitan bakat usia dini, Anin pun telah memiliki skema programnya.

"Kita ajak kerja sama pemimpin provinsi dan daerah untuk meminta pemilik properti, misalkan satu hari dalam tujuh hari bisa ada free satu hari orang renang. Sarana dan prasarana kan tak begitu saja tumbuh," jelas Anindya Bakrie.