Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 06:42 WIB
  • Denyut Baru Industri Olahraga di Test Event Akuatik

  • Oleh
    • Muhammad Nurhendra Saputra
Denyut Baru Industri Olahraga di Test Event Akuatik
Photo :
  • VIVA.co.id/Donny Adhiyasa
Pembukaan test event akuatik

VIVA – Renovasi yang mengubah wajah Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, langsung memberi dampak luar biasa bagi olahraga air. Test event cabang akuatik "Road to Asian Games 2018" yang digelar di venue sentuhan baru berkapasitas 8.000 penonton itu mendapat dukungan sponsor.

Ya, perhelatan CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017, 5-15 Desember 2017 yang diadakan pada Selasa malam, dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, membuktikan value dan atmosfir cabang akuatik langsung meningkat. Sebab, venue yang dibangun pada 1962 itu terlihat megah, indah, modern, namun tak sedikit pun meninggalkan warisan klasiknya.

Tak heran, setelah dipuji Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menyatakan bahwa stadion yang menjadi saksi hidup pentas Asian Games IV, 55 tahun lalu itu, sebagai yang terbaik di Asia.

"Saya merasa kagum dengan stadion akuatik ini. Stadion akuatik ini merupakan salah satu yang terbaik di Asia dan sangat indah," ujar Wapres dalam rilis yang diterima Viva.

Hadir juga dalam pembukaan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Mensesneg, Pratikno, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir, Ketua KONI, Tono Suratman, dan Ketua PB PRSI, Anindya Bakrie, serta Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan.

Seremoni pembukaan diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan diikuti parade pembawa bendera delegasi. Ditampilkan pula atraksi dari empat disiplin cabang akuatik, yakni polo air, renang indah, renang, dan lompat indah. 

Menurut Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir, keterlibatan sponsor di test event akuatik ini memperlihatkan kegairahan baru di olahraga nasional dalam rangka menuju Asian Games. 

"Apa yang ditunjukkan di test event akuatik ini, memperlihatkan bahwa venue berperan penting untuk lebih menggairahkan olahraga. Saya berharap, dengan keberadaan venue-venue baru dan lebih modern di kawasan GBK, maka industri olahraga kita memasuki momentum baru. Akan banyak event nasional dan internasional dengan dukungan sponsor berlangsung di sini," ungkap Erick optimistis.

Menurut Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie, kejuaraan diikuti dari mulai kelompok umur sampai senior di venue renang yang baru bisa jadi momentum bermakna untuk mengembalikan kejayaan akuatik Indonesia. 

"Sebab itu, saya mengapresiasi dukungan nyata CIMB Niaga untuk mengembangkan olahraga akuatik di Tanah Air. Dukungan ini penting, agar beragam cabang olahraga akuatik makin marak dan dapat menjadi pendulang prestasi dalam berbagai kejuaraan internasional, demi mengharumkan nama Indonesia," ujarnya.

Kejuaraan akuatik ini akan digelar secara bergilir. Di pekan pertama, nomor loncat indah akan dilaksanakan 5-9 Desember yang diikuti 100 atlet dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan India. 

Selain kategori senior, cabang loncat indah juga mempertandingkan kelompok umur, Terbuka (18 tahun keatas), KU-A (16-18 tahun), KU-B (14-15 tahun), KU-C (11-13 tahun), dan KU-D (10 tahun kebawah).

Nomor renang indah, atau renang artistik akan digelar 6-8 Desember, serta diikuti 100 atlet dari seluruh Indonesia. Nomor ini terbagi atas umur, KU-1 (9 tahun ke bawah), KU-2 (10-12 tahun), KU-3 (13-15 tahun), KU-4 (16-18 tahun),dan terbuka (tanpa ada batasan umur). 

Sedangkan lomba renang dan pertandingan polo air akan berlangsung serempak, 10-15 Desember. Nomor renang akan diikuti jumlah peserta terbanyak, 1.500 atlet dari Korea, Singapura, dan seluruh Indonesia. 

Mereka akan berlomba di beragam kelompok umur (KU), mulai dari senior (18 tahun keatas), KU-1 (16-18 tahun), KU-2 (14-15 tahun), KU-3 (12-13 tahun), KU-4 (11 tahun kebawah), dan kelompok elite open (tidak ada batasan umur dan hanya untuk grand final).