Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 5 Juli 2017 | 08:33 WIB
  • Dua Bintang Tenis Usulkan Perubahan Aturan di Wimbledon

  • Oleh
    • Muhammad Nurhendra Saputra
Dua Bintang Tenis Usulkan Perubahan Aturan di Wimbledon
Photo :
  • REUTERS
Novak Djokovic

VIVA.co.id – Dua bintang tenis putra, Novak Djokovic dan Roger Federer mengatakan, Wimbledon harus mempertimbangkan untuk merubah peraturan terkait dengan pemain yang berhenti karena cedera di babak pertama. Federer dan Djokovic mengalami hal yang sama, yaitu lawan mereka berhenti di tengah pertandingan karena cedera. 

Dikutip dari BBC, unggulan ketiga Federer mempimpin dengan 6-0 dan 3-0 ketika menghadapi petenis asal Ukraina, Alexandr Dolgopolov. Pertandingan kemudian berhenti setalah 43 menit karena Dolgopolov mengalami cedera pergelangan kaki. 

Unggulan kedua, Djokovic juga mengalami hal serupa. Pertandingan antara Djokovic dan Martin Kizan berhenti setelah 40 menit karena cedera betis. Djokovic saat itu unggul, 6-2 dan 2-0. 

"Kami membuat lelucon di ruang ganti dengan mengatakan, mungkin kita harus memainkan set latihan," kata Djokovic. 

Dalam aturan baru ATP, pemain akan mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Aturan baru tersebut berlaku mulai tahun 2017 ini. 

Dalam aturan baru tersebut, pemain bisa berhenti sebelum pertandingan di babak pertama. Dan mereka tetap akan mendapatkan hadiah uang. 

Mereka yang kalah tetap akan mendapatkan uang dari kualifikasi. Dan begitu seterusnya, lolos di babak kedua dan selanjutnya. Sayangnya aturan tersebut tidak berlaku di turnamen Grand Slam. 

"Saya pikir aturan baru dari ATP tersebut memperkuat apa yang seharusnya pemain dapatkan, berlaga di babak utama Grand Slam, untuk mendapatkan apa yang mereka layak dapatkan. Tetapi di sisi lain, pemain bisa bermain jika bisa. Saya mendukung aturan itu," kata Djokovic. 

Tahun ini, petenis yang kalah di babak pertama akan mendapatkan uang sebesar £ 35.000 (sekitar RP594 juta). Hal itulah yang mendorong pemain yang tidak fit untuk tetap bermain. 

"Pertanyaannya adalah, apakah mereka harus memulai pertandingan semuanya? Hanya pemain itu sendiri yang bisa menjawab. Mungkin Grand Slam harus mengadopsi sedikit peraturan dari ATP," jelas Federer.