Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 05:32 WIB
  • Cerita Haru di Balik Sukses Prestasi Seorang Liliyana Natsir

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa,
    • Yudhi Maulana
Cerita Haru di Balik Sukses Prestasi Seorang Liliyana Natsir
Photo :
Ayah Liliyana Natsir, Benno Natsir.

VIVA.co.id – Prestasi memang selalu dibarengi dengan pengorbanan. Ungkapan tersebut juga yang dialami oleh bintang bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir.

Jarak yang memisahkan harus dilalui dia dengan keluarga, dan ini diakui Butet kerap menimbulkan rasa rindu mendalam pada sosok kedua orangtuanya. Hal ini tak lain dari kesibukannya menjalani latihan dan keseharian di Pelatnas Cipayung, Jakarta, saat kedua orangtuanya berada di Manado, Sulawesi Utara.

Ditemui di Plaza Senayan, Kamis 13 Juli 2017, Butet berkesempatan untuk bertemu orangtuanya dalam penyerahan apresiasi oleh klub PB Djarum Kudus dan para sponsor pendukung. Saat itu bertepatan dengan ulang tahun ibunya, Olly Maramis yang ke-60 tahun. 

Olly mengaku selalu menangis jika rindu dengan anaknya yang sedang merantau di Jakarta. Dan tangisan ini selalu direspons keras oleh suaminya, Beno Natsir. 

"Saya sangat bangga pada anak saya, Butet. Dia sudah hidup sederhana tidak foya-foya, padahal hidup jauh dari saya. Saya sebenarnya sering menangis ingat anak saya jauh, tapi bapaknya sering marah. Katanya bikin Butet ingat dan ikutan sedih," kata Olly, kepada wartawan. 

"Saya sering ingatkan kalau dia harus tegar. Saya juga kangen, namun harus ada pengorbanan, tapi ini yang harus diperjuangkan," tambah dia. 

Butet lahir di Manado, 9 September 1985 dan sejak usia 12 tahun berpisah dengan orangtua untuk meniti karier sebagai atlet bulutangkis di Jakarta. (one)