Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 29 Juli 2017 | 07:23 WIB
  • Tembus Semifinal, Duo Sugiarto Siap Lanjutkan Kejutan

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa
Tembus Semifinal, Duo Sugiarto Siap Lanjutkan Kejutan
Photo :
  • PP PBSI
Ganda putri Indonesia, Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto

VIVA.co.id – Hasil berbeda diukir oleh dua pasangan ganda putri Indonesia dalam babak perempat final ajang Asia Junior Championship 2017. Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto sukses melaju ke semifinal, sementara Serena Kani/Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti.

Kemenangan Jauza/Ribka diperoleh dalam dua game langsung 21-12 dan 21-15 atas wakil China Yang Chenxue/Zhou Meng. Keduanya berhasil tampil kompak dalam mengatasi lawannya tersebut.

“Kami main menyerang. Menekan lawan terus dari awal sampai akhir. Jangan sampai kasih bola yang enak ke lawan. Tidak ada pola khusus, karena kami baru pertama kali berhadapan dengan lawan,” ungkap Jauza, dilansir rilis resmi PBSI.

Sayangnya, langkah Jauza/Ribka tak bisa diikuti Serena/Mentari. Jika menang, keduanya akan saling berhadapan di semifinal. Namun Serena/Mentari harus mengakui keunggulan lawannya yang juga asal China, Xuanxuan Liu/Yuting Xia dengan skor 13-21 dan 17-21.

Dengan demikian Xuanxuan/Yuting lah yang akan dihadapi Jauza/Ribka untuk berebut tiket final. “Besok lebih yakin, nothing to lose siapapun lawannya harus dihadapi,” ungkap Jauza.

Jauza/Ribka merupakan “racikan” ganda putri baru yang dipasangkan untuk turnamen ini. Keduanya pun mengaku senang bisa mencapai babak semifinal kejuaraan yang berlangsung di Jaya Raya Sports Hall Training Center, Bintaro, Tangerang Selatan ini.

“Senang bisa ke semifinal Asia Junior setelah tahun ketiga saya ikut. Kuncinya saya main yakin, jangan lengah, pokoknya pengen berusaha terus. Saya ingin memberikan yang terbaik,” kata Jauza ditemui usai bertanding.

“Pertamanya nggak ada target khusus. Kalau bisa masuk semifinal bagus. Tapi pas sudah sampai semifinal, tanggung jadi ingin bisa mencapai lebih. Pokoknya fight terus, mainnya lebih berani dan lebih percaya diri,” kata Ribka menambahkan.

“Masih banyak yang harus diperbaiki. Kalau masalah kompak sudah lumayan. Mungkin kalau bola-bola sambungannya yang masih harus diperbaiki. Yang penting komunikasi terus di lapangan,” kata Jauza lagi.