Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 31 Juli 2017 | 11:39 WIB
  • Duel Pebulutangkis Muda Dunia Terhampar di Jakarta Utara

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa,
    • Radhitya Andriansyah
Duel Pebulutangkis Muda Dunia Terhampar di Jakarta Utara
Photo :
  • VIVA.co.id/Radhitya
Jakarta Open Junior International 2017

VIVA.co.id – Pengprov PBSI DKI Jakarta kembali menggelar ajang Jakarta Open Junior International 2017. Kejuaraan bulutangkis junior ini dihelat di Gelanggang Remaja Sunter, Jakarta Utara, mulai 31 Juli hingga 6 Agustus 2017.

Sebanyak 807 atlet junior nasional dan internasional, ambil bagian di ajang yang kali kedua digelar. Beberapa negara seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Prancis dan Inggris mengirim beberapa wakilnya untuk ikut serta di ajang ini.

Jakarta Open Junior International jadi tolak ukur para atlet, khususnya atlet nasional, untuk memperbaiki peringkatnya. Dengan perbaikan peringkat, para atlet junior berpeluang untuk bisa menembus pelatda atau pelatnas.

Kepala Bidang (Kabid) Turnamen dan Perwasitan PP PBSI Eddiyanto Sabarudin, diplot untuk mengawasi jalannya gelaran ini. Dalam kesempatan di hari pertama kejuaraan, Eddiyanto memberikan beberapa pandangan soal ajang ini.

Menurutnya, kejuaraan ini adalah salah satu realisasi program pembibitan atlet usia muda. Dengan adanya ajang ini, PP PBSI bisa melihat kualitas para pemain muda, untuk nantinya dimaksimalkan di level senior.

"Ini gelaran kedua, ada 170 lebih atlet junior internasional, dan sekitar 600 lebih atlet nasional. Ini jadi salah satu program pembibitan atlet, yang dilaksanakan oleh PP PBSI, dan digelar oleh Pengrov (PBSI) DKI (Jakarta)," kata Eddyanto kepada wartawan, Senin 31 Juli 2017 pagi WIB.

"Lewat kejuaraan ini, para atlet junior bisa memperbaiki ranking internasional. Selain itu bisa juga jadi modal masuk ke pelatnas pastinya. Di sini ada talent scouting dari PP (PBSI), yang memperhatikan penampilan atlet-atlet junior yang bertanding," ujarnya.

Soal peta persaingan, Eddiyanto melihat Korea Selatan yang punya kans untuk menyabet beberapa gelar. Diungkapnya, perwakilan Negeri Ginseng ini mampu menyabet beberapa gelar juara tahun lalu.

"Juara tahun lalu, dominasinya Indonesia. Tapi ada juga yang dari luar. Korea Selatan waktu itu. Korea Selatan ini jadi yang paling kita waspadai. Mereka punya potensi muda yang bagus juga," ucap Eddiyanto.