Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 25 September 2017 | 17:54 WIB
  • Makna Gelar Japan Open dan Kunci Performa Apik Kevin/Marcus

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa
Makna Gelar Japan Open dan Kunci Performa Apik Kevin/Marcus
Photo :
  • instagram.com/herry_ip/
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon bersama sang pelatih, Herry Iman Pierngadi

VIVA.co.id – Keberhasilan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon naik podium tertinggi di ajang Japan Open Super Series 2017 menjadi sebuah torehan apik skuat Merah Putih. Ini merupakan gelar satu-satunya bagi Indonesia dalam gelaran tersebut.

Di final, duo "Minions" berjaya dari pasangan tuan rumah, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, 21-12 dan 21-15 di hadapan publilk Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu 24 September 2017. Terkait raihan ini, pandangan pun muncul dari juru taktik yang setia mendampingi Kevin/Marcus, Herry Iman Pierngadi.

Kepala Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI itu menilai apa yang ditampilkan anak asuhannya telah menunjukkan performa sesuai dengan ekspektasinya. Kevin/Marcus tak memperoleh kesulitan khusus pada laga finalnya tersebut. Mereka hanya butuh waktu selama 30 menit untuk mengamankan kemenangannya.

“Pemain Jepang masih butuh jam terbang. Mereka mainnya tidak lepas, panik dan grogi di lapangan. Secara teknik dan terutama segi mental bertanding, Kevin/Marcus memang di atas pasangan Jepang. Kemenangan Kevin/Marcus ini juga ada pengaruhnya setelah mengalahkan Boe/Mogensen. Kepercayaan diri mereka jadi meningkat,” ujar coach Herry, dikutip dari rilis resmi PBSI.

Herry pun mengakui lawan yang lebih berat sebenarnya telah mereka hadapi di babak semifinal saat menumbangkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen yang kerap kalah dalam beberapa pertemuan sebelumnya.

“Menurut saya, final sesungguhnya adalah kemarin di semifinal. Siapa yang bisa menang di semifinal (Kevin/Marcus atau Boe/Mogensen), akan bisa menang hari ini di final. Salah satu kunci keberhasilan Kevin/Marcus di Jepang ini karena mereka banyak mempelajari kekalahan-kekalahan sebelumnya. Mereka belajar kekurangan mereka di mana” tambah coach Herry.