Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:52 WIB
  • Kandas di 8 Besar, Catatan Minor Hantui Tim Junior RI

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Donny Adhiyasa
Kandas di 8 Besar, Catatan Minor Hantui Tim Junior RI
Photo :
  • VIVA.co.id/Donny
Manajer Tim Junior Indonesia, Susy Susanty.

VIVA.co.id – Indonesia harus terhenti langkahnya di perempat final BWF World Junior Championships 2017. Tim junior Merah Putih harus mengakui keunggulan China dengan skor 1-3 pada laga yang berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Kamis, 12 Oktober 2017.

Terkait kekalahan tersebut, manajer tim, Susy Susanti pun angkat bicara. Ada banyak hal yang perlu dievaluasi dari kegagalan Gregoria Mariska cs kali ini.

“Hari ini kami harus mengakui keunggulan tim China. Seperti yang sudah diprediksi, kans kita ada di tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. Tapi di susunan pemain mereka ada yang rangkap. Tim Indonesia sendiri pasti juga sedih. Karena kami berharap bisa lolos,” ungkap Susy, dilansir rilis resmi PBSI.

Menurut Susy, dengan mengandalkan 3 nomor tersebut, Indonesia sebenarnya punya peluang untuk menang di ganda putra dan tunggal putra. Penampilan dua wakil ini cukup baik di game pertama, sayang di game kedua dan tiga dan mereka pun gagal mengemas kemenangan.

“Ganda putra sebenarnya ada kesempatan. Game pertama, Adnan/ Fikri bisa memberikan perlawanan, mereka bisa menang. Tapi sayang di game kedua saat poin kritis agak sedikit tegang. Tunggal putri, Gregoria bisa tampil maksimal. Sayang di sektor tunggal putra, kita sebenarnya punya kesempatan. Pemain-pemain Indonesia pada saat game pertama mereka bisa menguasai keadaan. Tapi mereka justru berganti pola, malah mati sendiri. Hal itu yang menjadi catatan buat kami,” jelas Susy.

“Untuk ganda putri sebenarnya kami berharap bisa menyamakan skor 2-2. Tapi sayang sejak awal mereka tertekan, sehingga Jauza/ Ribka tidak bisa mengeluarkan permainan dengan maksimal,” tambahnya.

Penampilan setiap atlet yang diturunkan, tak luput dari perhatian Susy. Ia mengatakan sudah membuat catatan khusus dari permainan para atlet tersebut. Susy juga berharap, di nomor perorangan nanti, junior Indonesia bisa bermain lebih baik lagi.

“Stamina, konsentrasi, fokus, keyakinan dan keberanian, saya rasa itu yang menjadi kendala kami di pertandingan beregu kali ini. Mudah-mudahan di perorangan nanti, bisa menjadi masukan dan evaluasi agar lebih baik lagi,” tegas Susy.