Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 12:37 WIB
  • Apriyani Rahayu, Bintang Muda Ganda Putri Merah Putih

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa
Apriyani Rahayu, Bintang Muda Ganda Putri Merah Putih
Photo :
  • instagram.com/r.apriyani29/
Pemain ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu

VIVA – Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil membuktikan kini patut diperhitungkan dalam peta persaingan ganda putri kelas dunia. Tak diunggulkan, Greysia/Apriyani sabet gelar juara level Super Series perdana di French Open Super Series 2017.

Titel juara direbut Greysia/Apriyani usai mengalahkan Lee So Hee/Shin Seung Chan asal Korea, dengan skor 21-17, 21-15. Pasangan senior-junior ini merupakan racikan baru Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, yang diduetkan pada Mei lalu untuk menyiasati masih cederanya partner Greysia, Nitya Krishinda Maheswari. 

Sebelumnya, Greysia/Apriyani juga menjadi juara di Thailand Open Grand Prix Gold 2017, hanya beberapa pekan setelah resmi dipasangkan. Tak pelak, sosok Apriyani pun begitu menyita perhatian dengan kemampuannya mengimbangi performa pasangan senior sekelas Greysia Polii.

Baru berusia 19 tahun dan terpaut hampir 11 tahun lebih muda dengan Greysia, rupanya dimaknai gadis kelahiran Kendari ini sebagai sebuah berkah untuk melakukan lompatan besar dalam perjalanan karier bulutangkisnya.

Adalah ajang Piala Sudirman 2017 di Queensland, Australia, pada akhir Mei lalu menjadi kiprah paling dikenang oleh Apriani. Turun dalam laga hidup-mati dan partai pamungkas bersama Greysia, duet ini mampu menang atas pasangan tangguh Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, 21-18, 13-21 dan 21-13.

Atas penampilannya itu, banyak kalangan pun langsung memproyeksikan pemain asal klub Jaya Raya ini sebagai figur muda andalan Merah Putih di masa depan. Terbukti, hanya kurang dari 6 bulan dari pertama kali dipasangkan, ia mampu menjawab tantangan itu dengan memenangi gelar Super Series pertamanya, sekaligus gelar ganda putri pertama Indonesia di turnamen French Open.

“Rasanya masih tidak percaya, karena saya senang banget. Dari awal memang saya diminta untuk percaya diri, awalnya sempat ragu, tapi saya dibimbing senior dan pelatih saya. Saya bingung mau berkata apa lagi, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Apriyani terharu usai laga final French Open.

“Dia bisa stabil, percaya diri dan ini membantu saya di lapangan. Saya juga tetap confidence, level saya di mana. Saya bilang sama Apri, tugas kami cuma kerja keras, sisanya semua Tuhan yang mengatur. Memang kami ingin sekali juara,” tambah Greysia, yang dilansir rilis PBSI.

Greysia yang lebih senior, sudah sering mencicipi podium juara. Berbeda dengan Apriyani yang merupakan pemain muda, ini adalah pengalaman pertama baginya.

“Ini adalah awal, masih banyak tugas. Kami mau persembahkan gelar ini untuk para pelatih kami, Eng Hian, Chafidz Yusuf dan Ary Subarkah,” ujar Greysia dan Apriyani.

Berikut perjalanan Greysia/Apriyani menuju podium juara French Open Super Series 2017 :

Babak Pertama
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA) vs Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (DEN) 21-17, 21-8

Babak Kedua
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (4/JPN) 21-19, 21-18

Perempat Final
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA) vs Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (7/JPN) 19-21, 21-13, 21-19

Semifinal
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (2/CHN) 21-5, 21-10

Final
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA) vs Lee So Hee/Shin Seung Chan (KOR) 21017, 21-15
(one)