Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 11:20 WIB
  • Ketika Jepang Takluk atas Indonesia

  • Oleh
    • Hadi Suprapto
Ketika Jepang Takluk atas Indonesia
Photo :
  • VIVA.co.id/Hadi Suprapto
Pertandingan bulu tangkis wartawan Indonesia dengan manajer Daihatsu Motor Co

VIVA – Suhu di luar sangat dingin. Kira-kira 13 derajat celsius. Tapi di ruangan itu cukup hangat. Sorak-sorai puluhan orang terdengar lantang.

"Ayo Indonesia." "Indonesia.. Indonesia.." Jepang.. Jepaang..."

Semua berharap jagoan mereka menang. "Ini membawa nama bangsa," kata salah satu suporter, berkelakar.

Satu dua kali smash menambah nilai Indonesia. Tapi tak mudah menjatuhkan kok ke kotak Jepang. Malah Indonesia sempat tersalip. Semua tegang.

Tapi akhirnya, pasangan Ghulam-Agus dari Indonesia bisa menutup poin untuk keunggulan Indonesia.

Sebenarnya ini hanyalah pertandingan badminton persahabatan antara wartawan Indonesia dengan manajemen Daihatsu Motor Co Ltd. Daihatsu menantang wartawan Indonesia di markas mereka di Osaka di sela kunjungan Tokyo Motor Show pekan lalu.

Maklum saja, Daihatsu kini sedang fokus menggarap bulu tangkis. Tiga negara jadi binaan utamanya, Jepang, Indonesia, dan Malaysia. "Kami komitmen dalam 10 tahun ke depan," kata Ari Sato, Manager DMC yang bertanggung jawab menangani bulutangkis.

"Bulu tangkis merupakan olahraga universal, yang bisa dimainkan oleh siapa pun dan di mana pun. Kami juga berpikiran bahwa badminton dekat dengan masyarakat yang sesuai dengan brand value Daihatsu."

Komitmen satu dekade ke depan ini bukan hanya untuk Jepang, tapi juga Indonesia. Di Indonesia, Daihatsu bekerja sama dengan Persatuan Badminton Seluruh Indonesia (PBSI) dan Alan Susi Technology (Astec) dengan menggeler turnamen Daihatsu Astec Open. Sudah dua musim kejuaraan ini digelar dan akan berlanjut pada 2018 mendatang.  

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra (VIVA.co.id/Hadi Suprapto).

Jumlah pemain bulu tangkis yang bergabung dalam kompetisi tahun ini mencapai 5.000 perserta. "Kami berharap, tahun depan jumlahnya akan bertambah besar lagi," kata Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.

Di Jepang, program badminton yang merupakan bagian dari kampanye "Koto-zukuri" atau "menciptakan sesuatu", memiliki label Daihatsu Yonex Japan Open.