Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 1 Desember 2017 | 18:38 WIB
  • Musim 2018, WTA Soroti Aturan Cuti Melahirkan

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa
Musim 2018, WTA Soroti Aturan Cuti Melahirkan
Photo :
  • Robert Deutsch-USA TODAY Sports
Serena Williams saat berhadapan dengan Simona Halep

VIVA – Jelang akhir tahun 2017 yang tak lama lagi akan dilalui, sejumlah peraturan baru akan diterapkan oleh asosiasi tenis wanita dunia (WTA). Perubahan ini pun seolah menjadikan persaingan kian sengit.

Mulai musim 2018 mendatang, setidaknya ada 4 peraturan baru yang mulai digulirkan dalam kompetisi WTA. Dilansir FOX Sports News, aturan ini antara lain meliputi sejumlah aspek, termasuk juga soal cuti melahirkan.

Berikut beberapa aturan baru yang akan berubah mulai tahun depan:  

Aturan Wild Card

Peraturan Wild Card pada tahun depan akan lebih longgar. Kecuali kategori Premier Mandatory, panitia turnamen lainnya bisa memberikan Wild Card pada pemain ternama seperti Serena Williams, Victoria Azarenka ataupun Maria Sharapova dalam 20 daftar penerima Wild Card.

Pemberian kartu tersebut tergantung dengan pembatasan jumlah yang diberikan.

Pelanggaran Aturan Waktu

Tahun depan WTA juga memberlakukan pelanggaran aturan waktu servis yang sama seperti yang sudah dilakukan di ATP. Bedanya dalam ATP diberlakukan aturan 25 detik sebelum servis, sementara dalam WTA tetap akan gunakan 20 detik sebagai waktu maksimum untuk pemain melakukan servis awal.

Aturan Cuti Melahirkan

Soal cuti melahirkan, WTA juga memperketat aturan ini. Sebelumnya, sama dengan cedera, petenis yang melahirkan dipersilahkan untuk mengambil waktu rehat yang tak terbatas hingga siap untuk kembali ke lapangan.

Namun, mulai tahun depan, cuti melahirkan dibatasi hingga 12 bulan setelah atlet tersebut melahirkan.

Aturan tentang Pelatih

Arahan-arahan pelatih yang diberikan dari luar lapangan kini tak lagi bisa sembarangan. Hukuman serius menanti apabila pelatih memberikan instruksi saat bermain. Hukumannya pun tidak main-main.

Pelatih yang melanggar tidak diperbolehkan menemani pemainnya hingga turnamen selesai. Ini juga berlaku jika pelatih yang melanggar melatih lebih dari satu pemain.