Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 05:30 WIB
  • Simon Santoso Beri Pelatihan Sambil Cari Penerus di Tegal

  • Oleh
    • Edwan Ruriansyah
Simon Santoso Beri Pelatihan Sambil Cari Penerus di Tegal
Photo :
  • ANTARA/M Risyal Hidayat
Simon Santoso.

VIVA – Mantan pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia asal Kota Tegal, Jawa Tengah, Simon Santoso, memberikan pelatihan di kota asalnya. Simon sekaligus mencari penerus di Tegal. Simon beri pelatihan yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bertajuk Djarum Coaching Clinic untuk atlet-atlet pemula dan pelatih di Tegal, pekan lalu.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah legenda dan pelatih PB Djarum yakni Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Tri Kusharjanto, Rendra Wijaya, Meiliana Jauhari, dan Simbarsono. Djarum Foundation juga mengajak Simon yang notabene kelahiran Tegal.

Acara di GOR Wisanggeni, Tegal, ini diikuti sekitar 60 pelatih serta 250 atlet kelompok U-9 sampai U-14. Mereka berasal dari klub-klub yang tersebar di Tegal, Brebes, dan Slawi.

"Djarum Coaching Clinic di Tegal ini dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan bermain bulutangkis dari para legenda dan pelatih PB Djarum dengan para pelatih klub dan atlet muda di Tegal dan sekitarnya. Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat Tegal terhadap bulutangkis," tutur Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, di sela-sela sesi pelatihan, seperti dalam rilis PB Djarum.

Kegiatan kepelatihan ini terbagi dalam tiga sesi. Yaitu pada pagi hari untuk pelatih, dan kemudian dilanjutkan pelatihan untuk pemain usia 9-11 tahun dan pemain usia 12-14 tahun. Khusus bagi pelatih juga diadakan materi di kelas dengan pengajaran teknik dasar dan melatih bulutangkis.

"Dengan Djarum Coaching Clinic diharapkan dapat memotivasi para pebulutangkis muda di wilayah Tegal dan sekitarnya untuk menekuni karier dan meraih prestasi," tambah Yoppy.

Program Coaching Clinic ini rutin digelar Djarum Foundation. Sebelumnya, acara serupa berlangsung di Bandung, Palembang, Makassar, Manado, Tasikmalaya, Purwokerto, Malang, Cirebon, Cilegon, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Bogor, Solo, Banyuwangi, Bandar Lampung, dan Gorontalo.

Simon Cari Penerus di Tegal

Simon Santoso mengaku gerah dengan minimnya bibit pebulutangkis potensial yang berasal dari kota kelahirannya ini. Dengan Djarum Coaching Clinic, ia berharap ada dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelatih dan atlet muda di Tegal.

“Saya melihat perkembangan bulutangkis di Tegal sekarang ini agak mandek ya. Terus terang saya rindu ada regenerasi dan kemunculan bibit-bibit baru. Makanya saya sangat semangat berpartisipasi di Djarum Coaching Clinic ini. Mudah-mudahan segera ada lagi penerus saya di Tegal,” tutur Simon.

Dalam coaching clinic, Simon langsung memberikan pengajaran kepada para pelatih-pelatih lokal. Menurutnya, perlu ada pemahaman yang benar mengenai teknik dasar bulutangkis dan juga pola pelatihan bagi anak-anak usia dini. Ia berharap ada peningkatan kualitas pelatih di Tegal yang kemudian berimbas pada peningkatan kualitas atlet-atlet muda di Tegal.

“Pelatihan ini penting sekali bagi para pelatih di Tegal. Mungkin ada yang pemahamannya masih salah, maka tadi saya coba terangkan menurut pengalaman dan ilmu saya. Semoga bisa memberikan manfaat,” terang juara Indonesia Open Superseries 2012 ini.

Respons positif ditunjukkan para peserta yang merupakan pelatih-pelatih lokal di Tegal. Muhammad Saefuddin, pelatih dari PB Galaxy Tegal, mengatakan, ada pengalaman-pengalaman baru yang mereka dapatkan dari para legenda dan pelatih PB Djarum.

Selama ini para pelatih lokal jarang sekali mendapatkan pengetahuan secara langsung dari para mantan atlet sekelas Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, dan sebagainya. “Banyak hal baru yang kami dapatkan tadi dari para senior. Seperti misalnya bagaimana menangani anak-anak yang masih kecil dan juga teknik dasar yang benar,” ujarnya.