Tips Ajukan Kartu Kredit Perdana Sesuai Pilihan

Ilustrasi kartu kredit
Sumber :
  • loanmixx.com

VIVA – Tidak dapat dipungkiri, kartu kredit menjadi alat pembayaran yang paling digemari pada era globalisasi seperti sekarang. Hadirnya kartu kredit juga membuat transaksi jauh lebih mudah.

Hadirnya fitur-fitur, seperti reward, poin, diskon, dan cashback, juga menjadi penyebab mengapa permintaan akan kartu kredit mengalami peningkatan setiap bulan.

Namun, masih ada beberapa masyarakat belum memanfaatkan fitur dari kartu kredit. Ingin apply tapi takut pengajuan kartu kredit ditolak?

Berikut tips dan langkah mudah mengambil kartu kredit pertama sesuai dengan pilihan Anda, seperti dikutip dari Cermati.com, Jumat 19 Januari 2018:

1. Tahu hal-hal penting seputar kartu kredit

Semua orang tahu kalau kartu kredit merupakan alat transaksi sah yang lebih aman, efektif, dan efisien. Namun, karena kemudahan kartu kredit, tak jarang banyak orang lepas kontrol dalam menggunakannya.

Akibatnya, pembayaran tagihannya jadi tersendat karena besarnya utang yang dibayarkan. Agar eksistensi kartu kredit tidak membawa pada keterpurukan finansial, ada baiknya gunakan kartu kredit secara bijak.

Catatlah setiap transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit dan akumulasi jumlahnya. Dengan begitu, Anda dapat mengantisipasi pembayaran saat tanggal jatuh tempo nanti.

2. Mengetahui tingkat suku bunga

Tingkat suku bunga kartu kredit di Indonesia ditetapkan 2,25 persen. Besaran suku bunga tidaklah tetap. Besarannya bisa berubah tergantung beberapa hal, di antaranya kondisi perekonomian, volume transaksi, hingga suksesi cashless di Indonesia.

Mengetahui suku bunga kartu kredit itu perlu untuk mengantisipasi pembayaran cicilan. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikan kartu kredit sesuai dengan kemampuan ekonomi.

3. Mengetahui metode pembayaran cicilan

Kartu kredit memiliki keunikan yang tidak dimiliki kartu lain. Pengguna kartu kredit diperbolehkan membayar tagihan minimum. Besarnya tagihan minimum ialah 10 persen dari total cicilan.

Itu berarti Anda diperbolehkan untuk membayar 10 persen saja dari seluruh jumlah tagihan. Pembayaran lainnya ialah pembayaran secara full. Artinya, Anda membayar sesuai dengan jumlah tagihan beserta cicilan bunga.

Agar kondisi finansial tetap sehat, ada baiknya pembayaran cicilan dilakukan secara full. Karena pembayaran tagihan minimum hanya akan membuat utang semakin menumpuk.

4. Melengkapi semua persyaratan

Sewaktu mengajukan kartu kredit, Anda wajib mengisi dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Mulai dari KTP, NPWP, slip gaji, formulir pendaftaran, hingga lainnya.

Semua persyaratan yang diminta harus dilengkapi tanpa kekurangan satu pun. Apabila persyaratan yang dikumpulkan tidak lengkap, jangan berkecil hati kalau pengajuan kartu kredit ditolak.

5. Tetapkan limit kartu kredit

Limit kartu kredit berarti batasan wajar pemakaian kartu kredit dalam bertransaksi. Menentukan limit kartu sangat penting agar diri Anda terhindar dari sikap konsumtif.

Setiap bank memiliki limit kartu kredit yang berbeda-beda. Besarnya limit ditentukan tipe kartu kredit, baik gold, silver, atau platinum. Satu hal yang perlu diingat, semakin tinggi tipe kartu kredit, semakin besar pula limitnya.

Selain itu, biaya administrasinya tentu akan lebih besar dibandingkan tipe lainnya. Jadi, cermatlah dalam memilih kartu kredit.

6. Memilih kartu sesuai kemampuan ekonomi

Setiap kartu kredit memiliki biaya administrasi dan batasan plafon yang berbeda-beda. Wajar saja kalau Anda menetapkan limit yang kecil saat pertama kali mengajukan kartu kredit.

Akan tetapi, besarnya limit kartu kredit bisa diatur kapan pun sesuai dengan kemauan si pemiliknya. Itu berarti Anda diperbolehkan untuk menambah atau mengurangi limit kartu.

Namun, penambahan limit kartu kredit sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi ekonomi. Kalau jumlah penghasilan bulanan Anda besar dan sanggup untuk membayar, silakan ajukan limit yang besar.

Sebaliknya, jika penghasilan bulanan pas-pasan, lebih baik tetapkan limit yang rendah ya untuk menghindari tunggakan pembayaran saat jatuh tempo.