Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 15 Juli 2019 | 15:50 WIB

Jokowi Ingin Dorong Investasi, Begini Syaratnya Menurut JK

Team VIVA »
Dusep Malik
Reza Fajri
Foto :
  • VIVA/ Reza Fajri.
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

VIVA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengamini niat Presiden Joko Widodo yang mendorong peningkatan investasi di periode kedua pemerintahannya. Menurut Wapres, syarat mewujudkan itu yaitu situasi Indonesia dalam keadaan damai dan tertib.

"Dibutuhkan banyak investasi seperti apa yang dikatakan Presiden semalam. Investasi baik dari dalam negeri dan luar negeri. Dan syarat utama ialah situasi negara dan bangsa dalam keadaan damai dan tertib," kata JK di Cilangkap, Jakarta, Senin 15 Juli 2019.

Baca Juga

Karena itu, dia meminta aparat TNI dan Polri membantu menjaga kedamaian dan ketertiban tersebut. Upaya itu agar pengusaha dan masyarakat bisa nyaman dalam berproduksi.

"Karena hanya dengan damai dan tertib itulah, pengusaha dapat bekerja, rakyat dapat berproduksi dan kita semua dapat menikmati kemampuan bangsa yang besar ini untuk maju," ujar JK.

Terpopuler

Wapres yang dikenal sebagai pengusaha ini juga menekankan perlunya bekerja dengan inovasi-inovasi ke depan. Dia menjamin pemerintah akan mendukung upaya menciptakan inovasi.

"Kerja keras itu tentu harus oleh SDM yang menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena itu pemerintah dalam era yang akan datang, akan selalu berusaha tingkatkan SDM dan kemampuan kita," tutur JK.

Sebelumnya, Presiden terpilih, Joko Widodo, mengutarakan niatnya mendorong investasi di periode kedua pemerintahannya. Jokowi menekankan, persoalan bangsa ke depan adalah perihal investasi.

"Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan," kata Jokowi dalam pidatonya di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 14 Juli 2019.

Topik Terkait
Saksikan Juga
VIVA Top3: Polisi Terbakar, Pidato Jokowi, No Panjat Pinang
BERITA - 8 hari lalu