Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Pijol Ilegal Seperti Rentenir, OJK Kesulitan Memerangi

Selasa, 30 Juli 2019 | 20:56 WIB
Foto :
  • VIVA/Fikri Halim
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Dia mengakui, keberadaan fintech ilegal telah diprediksi akan menimbulkan sisi negatif, karena memberikan layanan pinjam meminjam online yang sangat mudah. Misalnya, dari sisi penagihan yang tidak berertika.

Namun, ditegaskannya, keberadaan fintech secara umum terbukti memberikan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat, khususnya fintech yang legal atau telah terdaftar di OJK.

Baca Juga

"Sudah kita prediksi sebelumnya, akan ada masyarakat-masyarakat yang enggak paham dan merasa dirugikan akan adanya fintech. Tetapi, banyak juga yang diuntungkan, ini enggak jadi perhatian, justru yang kadang-kadang merasa ditagih dengan cara yang kurang beretika ini jadi sorotan," ujarnya.

Dia mengaku OJK selama ini juga telah berusaha keras supaya keberadaan fintech banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satunya memberikan persyaratan-persyaratan yang ketat dari sisi keamanan, supaya mendapat restu sebagai fintech legal. Misalnya, dengan menyaratkan pembentukan asosiasi, hingga ditetapkannya kaidah-kaidah dasar operasi yang harus dipatuhi.

"Suku bunganya harus wajar, penagihannya tidak boleh melanggar, tidak beretika. Nah, pertanyaan yang ditanya masyarakat fintech mana, makanya kalau enggak teregister kita enggak tahu, kalau teregister kita tahu. Kita minta pertanggungjawaban asosiasinya mendisplinkan pelakunya, kalau masih bandel ya kita tutup," ujar Wimboh.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler