Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 21 Agustus 2019 | 06:21 WIB

Tenteng Duit Banyak Siap-siap Dipenjara

Foto :
  • abc
Membatasi transaksi tunai diharapkan bisa mengurangi praktik ekonomi hitam di Australia.

Bila Anda melakukan pembayaran tunai melebihi AUS$10 ribu (Rp100 juta) di Australia kelak, maka Anda bisa dikenai hukuman dua tahun penjara atau denda sampai AUS$25.200 (Rp250 juta).

Hal ini berlaku jika rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan dalam RAPBN 2018/19 beberapa waktu lalu, disahkan oleh parlemen. Tujuannya, untuk memerangi "ekonomi hitam".

Baca Juga

Tim Gugus Kerja Pemberantasan Ekonomi Hitam menyatakan batas maksimal transaksi tunai Rp100 juta antara bisnis dan individu tersebut bertujuan mengatasi penggunaan uang tunai berlebihan.

Langkah itu diklaim bisa mengurangi praktik pencucian uang, pengemplangan pajak dan tindak kriminal lainnya.

Namun, sejumlah kalangan meminta pemerintah menarik kembali usulan tersebut. Karena, peraturan itu akan memberikan bank kontrol yang terlalu besar atas kepemilikan uang warga kebanyakan.

Aturan ini akan berlaku untuk semua pembayaran tunai terhadap bisnis yang menawarkan barang dan jasa, dan akan mempengaruhi pembelian besar seperti mobil, kapal, rumah atau pembangunan rumah.

Pemerintah Australia mengatakan bahwa langkah ini tidak akan berlaku untuk transaksi antar individu atau juga pembayaran uang tunai kepada institusi keuangan. Bila disetujui aturan ini akan mulai berlaku 1 Januari 2020.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
BNN Ungkap Tiga Kasus Pencucian Uang Kejahatan Narkotika
TVONE NEWS - 8 bulan lalu
Terpopuler