Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 20 September 2019 | 09:08 WIB

Sakit Migrain Bikin Ekonomi Tetangga Indonesia Cenat-cenut

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Editor DW Indonesia
DW Indonesia
Foto :
  • dw
Colourbox/Phovoir.

Orang yang menderita sakit kepala kronis ini juga kehilangan rata-rata 9,8 hari kerja dalam satu tahun.

Sementara bagi mereka yang memutuskan untuk terus bekerja, gejala ini sangat mengurangi kemampuan untuk menyelesaikan tugas. Ini artinya, seorang karyawan kehilangan produktivitas kerja sebanyak 7,4 hari dalam satu tahun.

Baca Juga

Migrain berkembang melalui beberapa tahap. Gejalanya termasuk sembelit, lekas marah dan gangguan visual, sebelum benar-benar mengalami sakit kepala.

Gejala ini berlangsung antara empat hingga 72 jam, sebagian besar mempengaruhi mereka yang berada pada kelompok usia 30 hingga 40 tahun.

Migrain juga lebih sering terjadi pada perempuan dewasa ketimbang laki-laki karena adanya faktor perubahan hormon.

Lebih dari 600 pekerja penuh waktu di negara tetangga Indonesia, Singapura, yang menderita migrain disurvei secara online untuk penelitian dengan judul Beban Ekonomi Akibat Migrain di Singapura, yang dilakukan oleh Duke-NUS Medical School dan perusahaan farmasi Novartis.

Jumlah penderita terus bertambah

Topik Terkait
Saksikan Juga
Covid-19 di Singapura Meningkat, Warga Wajib Pakai Masker
TVONE NEWS - 3 bulan lalu
Terpopuler