Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Jumat, 26 Juli 2019 | 15:45 WIB

Pencurian di Supermarket Australia Meningkat, Susu Paling Sering Raib

Foto :
  • abc
Sistem pembayaran tanpa petugas kasir menyebabkan kejahatan di supermarket meningkat.

Banyak supermarket dan toko-toko di Australia yang tidak lagi menggunakan jasa petugas kasir untuk proses pembayaran, melainkan diganti dengan sistem self-serve checkout.

Ada 50 persen kerugian di sektor ritel disebabkan pencurian yang dilakukan pembeli di dalam toko. Kebanyakan pelaku menganggap toko-toko sudah mendapat keuntungan. Hanya 20 persen sektor ritel merasa puas dengan cara pihak berwajib menangani kasus pencurian

Baca Juga

Dengan sistem ini pembeli bisa langsung ke mesin-mesin pembayaran, memindai kode yang menempel pada kemasan produk, kemudian memasukkan uang tunai atau membayarnya dengan kartu.

Terdengar memudahkan bagi pembeli, tetapi sistem self-serve checkout menjadi salah satu penyebab meningkatkan tingkat pencurian di toko-toko dan supermarket.

Sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 9.000 toko di Australia dan Selandia Baru menemukan tingkat pencurian telah meningkat secara drastis dalam dua tahun terakhir.

50 persen kerugian yang dialami sektor ritel di kedua negara tersebut disebabkan oleh pencurian yang terjadi di dalam toko, demikian hasil survei kejahatan di sektor ritel Australia dan Selandia Baru.

Sepanjang tahun keuangan tahun lalu, jumlah total kerugian yang dialami oleh toko-toko yang berpartipasi dalam survei mengalami kerugian lebih dari $3,3 miliar, atau sekitar Rp 33 triliun, akibat pencurian yang dilakukan pembeli.

Susu formula bayi adalah salah satu target pencurian di supermarket untuk dijual kembali ke China, menurut laporan tersebut.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Pelaku Pembobolan Gudang Farmasi di Palangkaraya Ditangkap
TVONE NEWS - 4 bulan lalu
Terpopuler