Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Minggu, 15 September 2019 | 17:37 WIB

Siswi Bunuh Diri Gara-gara Dibully Saat Menstruasi

Foto :
  • bbc
- Getty Images

Seorang siswi sekolah menengah di Kenya bunuh diri setelah diduga dipermalukan ketika bercak menstruasinya terlihat di seragam sekolahnya.

Menurut laporan media Kenya, ibu dari siswi berusia 14 tahun ini menyatakan putrinya gantung diri sesudah dipermalukan oleh gurunya di sekolah.

Baca Juga

Sekitar 200 orang melakukan protes di luar sekolah itu dan polisi harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Pada 2017, Kenya mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan sekolah menyediakan pembalut bagi para siswi yang membutuhkan. Kini, parlemen sedang menyelidiki mengapa program ini belum dilaksanakan di seluruh sekolah.

"Kotor"

Terpopuler

Ibu dari korban menyatakan sang guru menyebut putrinya "kotor" karena bercak di seragam sekolahnya dan memerintahkannya keluar dari kelas. Ini terjadi di Kabiangek, sebelah barat ibu kota Nairobi, Jumat (06/09) pekan lalu.

"Ia tak punya apa-apa yang bisa ia gunakan sebagai pembalut. Ketika darah menodai seragamnya, ia disuruh keluar kelas dan berdiri di luar," kata ibunya sebagaimana dikutip oleh media di Kenya.

Sang ibu mengatakan anaknya pulang ke rumah dan bercerita apa yang terjadi. Namun ketika si ibu pergi mengambil air, putrinya ditemukan gantung diri.

Bersama orang tua lain, mereka kemudian melakukan protes di luar sekolah hari Selasa (11/09). Polisi bertindak dan menahan lima orang ketika para demonstran memblokir jalan dan merobohkan gerbang sekolah. Sekolah ini kini ditutup.

Kepala polisi setempat Alex Shikondi menyatakan kepolisian tengah menyelidiki keadaan kematian siswi ini.

Kepala sekolah menolak untuk berkomentar mengenai soal ini. Di Kenya dan banyak negara Afrika lainnya, banyak perempuan yang tidak mampu membeli produk kesehatan seperti pembalut dan tampon.

Laporan PBB Tahun 2014 menyebutkan satu dari 10 siswi di kawasan Afrika Sub-Sahara tak masuk sekolah pada saat menstruasi mereka.

Menurut laporan itu, beberapa dari siswi menyatakan mereka ketinggalan 20 persen pelajaran karena alasan ini, dan ini memperbesar kemungkinan mereka untuk akhirnya tak menyelesaikan sekolah mereka.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Kerap Diejek Sebagai Anak Pembunuh, Pelajar SMP Bunuh Diri
TVONE NEWS - 3 hari lalu