Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 4 Oktober 2019 | 19:00 WIB

Pemerintah Akan Larang Pakai Masker Wajah Ketika Unjuk Rasa

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Editor DW Indonesia
DW Indonesia
Foto :
  • dw
Reuters/A. Perawongmetha

Pemerintah Hong Kong akan melarang masker wajah ketika melakukan unjuk rasa. Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam segera mengeluarkan undang-undang darurat yang melarang masker wajah dalam upaya mengekang protes anti-pemerintah yang mengguncang otonomi khusus China itu, kata anggota parlemen pada Kamis (3/10).

Anggota parlemen dari kubu oposisi Ted Hui mengatakan, proposal tersebut kemungkinan akan diajukan ke Dewan Legislatif untuk pemungutan suara.

Baca Juga

Mengingat bentrokan akhir-akhir ini membuat kehidupan publik terganggu, Carrie Lam disebut-sebut akan meminta penerapan undang-undang era kolonial yang melarang penggunaan penutup wajah.

Undang-Undang Peraturan Darurat 1922 memungkinkan pempimpin pemerintahan untuk "membuat peraturan apapun yang menurutnya" perlu demi kepentingan umum dalam situasi darurat atau bahaya publik".

Sekitar 270 orang ditangkap sejak dua hari terakhir

Terpopuler

Penerapan peraturan darurat memungkinkan pemerintah untuk secara cepat melarang penggunaan masker wajah yang sering dilakukan para pemrotes untuk menyembunyikan identitas mereka dan menghindari penangkapan polisi.

Sekitar 270 para demonstran ditangkap pada protes yang digelar bertepatan dengan Hari Nasional China pada Selasa (1/10). Inilah aksi penangkapan terbesar sejak aksi unjuk rasa ini dimulai pada Juni, mula-mula hanya menentang RUU ekstradisi.

Sekalipun RUU ekstradisi itu sekarang resmi dibatalkan, para demonstran tetap menggelar aksi unjuk rasa dan menuntut penyelidikan independen terhadap kekerasan polisi dan reformasi sistem pemilu.

Hong Kong adalah bekas koloni Inggris yang dikembalikan kepada China pada 1997. Ketika itu Hong Kong dijanjikan hak-hak politik sampai 2047 di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem".

Banyak penduduk Hong Kong khawatir, pemerintah pusat di Beijing akan mendominasi Hong Kong dan menghapus hal-hak demokratis mereka.

hp/(ap (rtr, dpa)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Demo di DPR, Mahasiswa: Selamat Dewan Pengkhianat Rakyat
TVONE NEWS - sekitar 1 bulan lalu