Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 28 Oktober 2019 | 12:56 WIB

Operasi Penyerbuan Abu Bakar al-Baghdadi Penuh Bahaya

Foto :
  • bbc
Baghdadi mengumumkan pembentukan "kekhalifahan" di Mosul, Irak pada 2014. - AFP

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan operasi penyerbuan terhadap Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, oleh pasukan khusus AS berlangsung pada "malam berbahaya dan penuh keberanian."

Helikopter-helikopter AS bertolak dari lokasi yang tidak disebutkan di Suriah pada Sabtu (26/07) menjelang tengah malam waktu setempat menuju desa terpencil Barisha di Idlib.

Baca Juga

Operasi penyerbuan disaksikan langsung oleh Trump di Gedung Putih. Dia menggambarkan operasi tersebut seperti "menyaksikan film", dengan helikopter-helikopter perang mengitari tempat itu.

Inilah yang terjadi dalam operasi di Idlib itu.

Di mana dan kapan operasi penyerbuan berlangsung?

 


AS menawarkan US$25 juta untuk informasi mengenai Abu Bakr al-Baghdadi. - AFP

Trump mengatakan helikopter yang mengangkut pasukan khusus bertolak dari lokasi yang tidak disebutkan setelah pukul 17.00 waktu di Washington DC (23.00 waktu Suriah) pada Sabtu (26/10).

Saat itu pula Trump dan pejabat AS lain berkumpul di Situation Room, Gedung Putih.

Helikopter itu terbang sekitar satu jam dan 10 menit pulang pergi, sementara operasi di lokasi penyerbuan berlangsung sekitar dua jam, kata Trump.

Para pejabat mengatakan kepada media AS bahwa pada Minggu pagi (27/1) di Suriah, pasukan khusus menyasar satu tempat kecil di luar desa Barisha di provinsi Idlib, Suriah, sekitar 5 kilometer dari perbatasan Turki.


- BBC

Idlib adalah markas terakhir kelompok yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad. Lokasi ini didominasi oleh kelompok jihadis yang menentang ISIS.

Namun ratusan petempur ISIS juga diyakini bermarkas di sana. Militer Suriah, yang didukung oleh Rusia, dikerahkan ke timur, barat, dan selatan Suriah.

Bagaimana terjadinya penyerangan?

Trump mengatakan badan intelijen Amerika Serikat mengamati Baghdadi selama dua minggu sebelum operasi dijalankan dan mereka mengetahui bahwa tempat yang disasar memiliki beberapa terowongan, sebagian besar "buntu".

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Reporter Terpeleset di Kolam Renang
TVONE NEWS - lewat 2 tahun lalu
Terpopuler