Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Rabu, 27 November 2019 | 10:01 WIB

Dengan Ancaman Sadis, Umat Kristen di Abad 17 Dipaksa Nistakan Yesus

Foto :
  • bbc
Seorang pria melangkah ke fumie, disaksikan para pejabat. - NATIONAAL MUSEUM VAN WERELDCULTUREN

Paus Fransiskus tiba di Jepang pada hari Sabtu (23/11) dan mengunjungi Nagasaki pada hari Minggu (24/11) untuk memberikan penghormatan kepada para korban bom atom Perang Dunia Kedua.

Tetapi Paus juga memberikan penghormatan kepada kelompok penduduk yang ratusan tahun lalu disiksa dan dipaksa menyembunyikan diri karena keyakinan mereka.

Baca Juga

Pada abad ke-17, penduduk Nagasaki beragama Kristen dipaksa melakukan fumie atau menginjak lempengan tembaga yang menggambarkan Yesus Kristus yang disalib.

Mereka melakukan hal ini dengan disaksikan pejabat pemerintah setempat dari ibu kota.

Ini adalah pernyataan di depan umum bahwa mereka telah murtad alias meninggalkan agama Kristen.

Jika umat Kristen tidak melakukan fumie , mereka akan dapat dihukum mati, disalib, atau disiksa dengan cara dimasukkan ke dalam air panas mendidih atau digantung terbalik di atas kubangan kotoran.

Roma-nya Jepang

Agama Kristen pertama kali memasuki Nagasaki sekitar 1560, ketika misionaris Jesuit dari Portugal mulai tiba.

Mereka berusaha menjadikan penguasa feodal menganut agama Kristen. Para penguasa ini sebagian menjadi Kristen agar dapat berdagang dengan Portugal.

Banyak petani juga menganut Kristen dan pada permulaan abad ke-17, kota tersebut telah menjadi "Roma-nya Jepang".

Jumlah umat Nasrani di Nagasaki pernah mencapai 500.000 orang.

Tetapi kemudian, penguasa politik Jepang memandang pesatnya pertumbuhan Kristen sebagai sebuah ancaman. Mereka memutuskan untuk menumpasnya.

Pada paruh kedua abad ke-16, sebanyak 26 misionaris dihukum mati di Nagasaki.

Tahun 1614, larangan keras terhadap agama Kristen diterapkan di seluruh wilayah Jepang. Misionaris asing segera diusir. Jika menolak pergi, mereka ditangkap, dibunuh atau dipaksa meninggalkan agama Kristen.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Reporter Terpeleset di Kolam Renang
TVONE NEWS - lewat 2 tahun lalu
Terpopuler