Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Misteri Hilangnya 2 Jurnalis Pengungkap Fakta Tragis COVID-19 di Wuhan

Sabtu, 15 Februari 2020 | 09:29 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
- Youtube

Dua jurnalis warga yang mengungkap "kebenaran" tentang apa yang terjadi di Wuhan, pusat penyebaran virus corona, China, kini tidak diketahui keberadaannya.

Mereka adalah Fang Bin dan Chen Qiushi.

Baca Juga

Mereka telah membagikan beberapa video online di sosial media, yang berisi tentang foto dan kisah-kisah dramatis dari dalam kota Wuhan yang kini dikarantina dan terputus dengan wilayah China lain.

Fang dan Chen memutuskan untuk masuk ke Kota Wuhan dan bertekad untuk membagikan informasi tentang kondisi sebenarnya di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei kepada dunia.

Ribuan orang telah menonton video laporan mereka dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei.

Tapi kini akun media social Fang dan Chen menjadi sunyi. Para pengikut akun social media Fang dan Chen kini khawatir jika keduanya akan menghilang untuk selamannya.

 

Siapa Fang Bin?

 

Fang Bin adalah seorang pengusaha di Wuhan. Ia membagikan video tentang wabah virus corona yang diberi nama Covid-19 untuk "melaporkan situasi aktual di sini", dan berjanji untuk "melakukan yang terbaik" dalam pelaporan.

Dia mengunggah video pertamanya pada tanggal 25 Januari 2020 lalu ke saluran YouTube, yang dilarang di China tetapi dapat diakses melalui jaringan pribadi virtual (VPN).

Beberapa video pertama yang dibagikan itu tentang kegiatan Fang berkeliling kota dan menunjukan situasi di berbagai tempat berbeda. Video-video itu ditonton kurang lebih 1.000 kali.

Kemudian pada 1 Februari, Fang merekam suatu kejadian yang menyita perhatian orang dan telah ditonton lebih dari 200 ribu kali.

Fang menunjukan delapan mayat yang ditumpuk di dalam minibus di luar rumah sakit di Wuhan.

Setelah video itu viral, Fang menuduh polisi menerobos masuk ke rumahnya pada malam hari yang sama, dan menginterogasi tentang video tersebut.

Dia dibawa pergi, diberi peringatan lalu akhirnya dibebaskan oleh polisi.

Fang tidak berhenti. Kemudian pada 9 Februari, ia kembali membagikan sebuah video durasi 13 detik dengan tulisan "semua orang memberontak - menyerahkan kembali kekuasaan pemerintah kepada rakyat".

Setelah video itu, akun media social menjadi sunyi.

 

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler