Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 30 Januari 2019 | 16:37 WIB

Luncurkan 3 Aplikasi Kesehatan, Anies Ajak Warga DKI Berinovasi

Team VIVA »
Lis Yuliawati
Adinda Purnama Rachmani
Foto :
  • VIVA.co.id/ Adinda Purnama Rachmani
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan produk kesehatan berupa Jak-Track, DBDKlim dan Aplikasi E-Jiwa, di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. 

"Kehadiran produk ini mencerminkan komitmen kami ingin agar kesehatan menjadi prioritas pertama bagi kami. Benar-benar penuh dengan terobosan baru," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Januari 2019.

Baca Juga

Jak-Track merupakan singkatan dari Jakarta Teman, Reservasi, Ambil obat, Cek Risiko, Kinerja. Produk ini merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan program penanggulangan HIV/AIDS.

Sementara itu, DBDKlim merupakan program peringatan dini penyakit DBD berbasis iklim. Selanjutnya, E-Jiwa merupakan aplikasi berbasis android dalam mendeteksi secara dini masalah kejiwaan seseorang.

Terpopuler

Dengan adanya tiga produk ini, ia mengimbau kepada warga Jakarta untuk membantu menggunakannya dengan bijak. Dia juga mengajak warga Jakarta untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dengan inovasinya masing-masing. 

Mantan menteri pendidikan itu berharap warga DKI dapat melek teknologi sehingga aplikasi tersebut dapat berguna bagi masyarakat. "Bila kita melibatkan masyarakat dalam aktivitas untuk juga preventif dan promotif maka ikhtiar untuk menjadikan masyarakat yang sehat. Insya Allah tercipta lebih baik," ujar Anies.

Anies menjelaskan, pendekatan gerakan dibutuhkan dalam menjalankan program pemerintah, termasuk dalam berbagai inovasi bidang kesehatan. Melalui pendekatan gerakan, masyarakat mampu terlibat langsung dan menjadi mitra pemerintah dalam melakukan tindakan preventif, kuratif, maupun promotif di bidang kesehatan.

Dia berharap, semua puskesmas secara aktif menjangkau masyarakat. Sebab, ada masyarakat yang terlihat sehat secara fisik, tapi ternyata ketika dites memiliki masalah kejiwaan.

"Karena itu, mereka harus diberikan treatment, ada pantauan rutin, kembali sehat. Barulah setelah itu, kita katakan sukses dalam menjalankan program ini," ujar Anies.

Ia menegaskan, agar setiap petugas dan semua pihak yang aktif dalam pelayanan dunia kesehatan mampu terus berinovasi, serta berpikir kreatif untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. "Saya berharap di akhir tahun ini, banyak inovasi yang bisa ditawarkan DKI Jakarta ke kota-kota lain, kepada daerah-daerah di seluruh Indonesia," ujarnya. (art)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Obrolan Koplak Trio Macan: Ogah Cabul Sampai Kena Angin Topan