Halo
Pembaca

Berita

Bola

Ramadan

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 20 Februari 2019 | 02:00 WIB

Mengenal Smart Microgrid, Sistem Kelistrikan di Pulau Pramuka

Team VIVA »
Dedy Priatmojo
Adinda Purnama Rachmani
Foto :
  • ANTARA FOTO/R Rekotomo
Perbaikan Dermaga Pulau Pramuka selesai.

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait Pembangunan Sistem Koneksi Jaringan Kelistrikan Microgrid di Pulau Pramuka.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pihaknya menempuh proses yang panjang untuk menyiapkan terobosan teknologi ini.

Baca Juga

"Alhamdulillah, proses panjang ini memasuki babak baru. Kita berharap, bersama ini memulai terobosan atas kebutuhan energi di Kepulauan Seribu, karena masalah mendasar pulau adalah distribusi energi, sehingga membutuhkan teknologi yang mumpuni," ucap Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa 19 Febuari 2019.

Anies juga menyampaikan komitmen Pemprov DKI Jakarta, untuk terbuka menyambut segala jenis terobosan yang memberikan dampak pada warga Jakarta, salah satunya sistem kelistrikan microgrid ini.

Terpopuler

Lebih lanjut, Anies juga memaparkan, permasalahan yang ada di Kepulauan Seribu harus sesegera mungkin dicarikan solusi, karena posisi Kepulauan Seribu yang juga berdekatan dengan pusat pemerintahan.

"Ketersediaan energi di Kepulauan Seribu yang notabenenya dekat dengan Pemerintahan Pusat, maka kita bisa menyediakan energi ke seluruh pulau di Indonesia," tambahnya.

Diketahui, sistem teknologi smart microgrid terdiri atas intelligent inverter yang dapat mengonversikan sumber energi baru dan terbarukan untuk menyuplai beban listrik.

Energi Mandiri

Dilansir laman Schneider Electric se.com, microgrid sendiri merupakan jaringan listrik lokal yang memiliki kemampuan kendali, yang berarti dapat memisahkan diri dari jaringan listrik tradisional dan bekerja secara mandiri/terpisah.

Secara umum, penerapan instalasi smart microgrid ini beroperasi ketika terhubung dengan jaringan listrik, tetapi dapat memisahkan diri dari jaringan listrik utama dan bekerja secara mandiri menggunakan energi lokal, misalnya ketika badai, mati lampu, atau alasan-alasan lainnya.

Smart microgrid juga bisa bekerja secara terpisah dengan mesin disel sebagai cadangan pengganti.

Kelebihan energi listrik itu disimpan dalam generator, baterai, atau panel surya, yang dapat digunakan saat pasokan listrik utama mengalami gangguan. Microgrid dapat berfungsi tanpa batas waktu, bergantung pada sumber tenaga dan pengelolaannya.

Microgrid tidak hanya dapat berfungsi sebagai backup dalam keadaan darurat, tetapi juga dapat mengurangi biaya, atau terhubung dengan sumber energi lokal yang terlalu kecil atau rentan untuk jaringan listrik tradisional.

Microgrid memungkinkan masyarakat untuk lebih mandiri dalam hal energi, dan dalam beberapa kasus, lebih ramah lingkungan. (asp)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Polemik PBB Gratis, Ini Komentar Anies Baswedan
BERITA - 25 hari lalu
Terbaru