Perbaikan Pipa Gas Dasar Laut yang Putus di Banten Butuh Dua Bulan

Pipa gas CNOOC bocor di laut Banten.
Sumber :
  • Dukuemntasi Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub.

VIVA – Proses perbaikan pipa gas dasar laut yang putus di perairan laut Pulau Panjang, Serang, Banten, diperkirakan memerlukan waktu hingga dua bulan.

Namun PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), pemilik pipa gas yang bocor itu, belum dapat secepatnya memperbaiki karena masih dalam proses investigasi polisi. Segera setelah selesai penyelidikan, CNOOC dibantu TNI memulai proses penyambungan pipa yang putus.

"Makanya tadi diputusin, segera selesai (investigasi) dan segera disambungkan. Nanti dari hambatan yang ada, kita bikin detil engineering," kata Untung Medianto, Head Security PT CNOOC, saat ditemui di Kota Cilegon, pada Jumat, 20 Juli 2018.

Proses perbaikan bisa dimulai setelah polisi menyatakan telah memiliki cukup bukti untuk penyidikan. CNOOC akan dibantu tim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut.

"Jika menurut penyidik menyatakan cukup bukti, maka akan disambung kembali," kata Laksamana Muda Harjo Susmoro, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut.

Hasil investigasi akan melengkapi data penyelidikan Kepolisian, yang meliputi penyebab kebocoran pipa gas itu. Harjo tak akan mencampuri proses penyelidikan melainkan cuma memberikan keterangan sebagai saksi ahli jika diperlukan. Keterangan-keterangan itu kemudian dicocokkan dengan bukti-bukti temuan polisi.

Pipa gas milik PT CNOOC itu mensuplai gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon. Akibat insiden itu, pasokan gas sementara terhenti dan hanya mengandalkan gas dari PGN. Bahkan satu turbin pembangkit listrik milik PLTGU Cilegon dihentikan sementara hingga pasokan gas normal kembali. (mus)