Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 31 Juli 2018 | 10:22 WIB

Santri yang Lawan Pemotor Moge Arogan Sebut Nomor Polisi Pelaku

Team VIVA »
Mohammad Arief Hidayat
Nur Faishal (Surabaya)
Foto :
  • VIVA/Nur Faishal
Faisal Yasir Arifin alias Coy di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin malam, 30 Juli 2018.

VIVA – Faisal Yasir Arifin alias Coy (39 tahun) mengingat nomor polisi motor gede alias moge yang dikendarai pria yang memukulnya saat terlibat cekcok dengan rombongan moge di Bypass Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat malam, 27 Juli 2018. Tetapi pria yang menyebut diri sebagai santri NU itu enggan memperkarakan itu secara hukum.

Dia mengenali moge yang ditunggangi pria yang menggertak dan memukulnya kali pertama ialah jenis Harley Davidson warna oranye. Pelat nomornya berhuruf awal B. "Di video yang viral di medsos juga terlihat kok, Mas, pelat nomornya," katanya ditemui di angkringan miliknya di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin malam, 30 Juli 2018.

Baca Juga

Dari cara bicara pengendara moge yang pertama kali menggertak dan memukul, kata Coy, menunjukkan bahwa rombongan itu bukan berasal dari Jawa Timur. Apalagi mereka terlihat seperti kebingungan saat sampai di pertigaan, mau lurus ke arah Pasar Krian atau belok kiri ke ruas Bypass Krian. "Pas negur bilang, 'Lu siapa?'" ujarnya.

Coy juga coba mereka-reka cara memukul pemoge warna oranye itu. Kata mantan jurnalis itu, pria itu memukul atau mendorong di bagian tubuh yang tertutup kain baju, bukan di bagian wajah atau kepala yang tidak tertutup kain. "Sepertinya paham di bagian mana yang sulit untuk divisum," katanya.

Terpopuler

Coy melawan karena merasa tidak bersalah. Menurutnya, rombongan moge berjumlah lebih sepuluh unit itu terkesan arogan saat berjalan di Balongbendo dari arah Mojokerto ke Surabaya. Saat itu, Coy tetap bersabar kendati dua kali hendak menyalip tapi gagal karena terhalang moge-moge itu. "Apalagi rombongan itu tidak pakai voorijder, tidak dikawal (polisi)," ujarnya.

Beri Pelajaran

Coy mengaku melawan hanya ingin memberi pelajaran. Menurutnya, arogansi oleh siapa pun harus dilawan. "Jangan kemudian karena naik motor gede, lalu menegasikan yang lain, seolah-olah kendaraan yang lain lebih rendah dan dianggap tidak ada," katanya.

Coy mendadak jadi sorotan warganet karena video amatir yang menggambarkan dirinya saat ribut dengan rombongan pemoge viral di media sosial. "Saya dipukul. Ini bentuk arogansi," kata dia dalam salah satu video yang tersebar di dunia maya. (ren)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Kampanye Prabowo di Sidoarjo, Ribuan Warga Dihibur Rhoma
TVONE NEWS - 5 bulan lalu