Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 17 Juni 2019 | 16:51 WIB

Rusuh 21-22 Mei, Polisi: 5 Orang Tewas di Petamburan

Team VIVA »
Eko Priliawito
Foto :
  • Istimewa
Pemakaman M Harun Ar Rasyid, bocah 14 tahun korban penembakan dalam aksi 22 Mei 2019.

VIVA – Tim investigasi bentukan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 menyebut bahwa lima korban tewas, yang beberapa diantaranya adalah anak-anak akibat kerusuhan tersebut berada di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat. Fakta tersebut diketahui setelah penyidik memeriksa beberapa saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari 9 orang yang meninggal dunia, ini sudah lima yang sudah kita ketahui TKP penemuan korban tersebut. Secara keseluruhan semuanya korban berada di Petamburan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juni 2019.

Baca Juga

Sementara untuk empat korban lainnya, Asep menuturkan pihaknya masih mendalami lokasi tewasnya. Tetapi dari sembilan orang yang meninggal, empat diantaranya akibat peluru tajam. Hal ini diketahui berdasarkan hasil autopsi.

Sementara itu lima korban lainnya yang belum sempat diautopsi diduga empat diantaranya terkena peluru tajam dan satu korban lainnya akibat hantaman benda tumpul. Kemudian dari korban yang terkena peluru tajam, Asep menuturkan sebagian besarnya terkena satu kali tembakan.

Terpopuler

"Tidak ada tembakan yang ganda ya, semuanya satu tembakan," ujarnya.

Saat ini, lanjut Asep, penyidik masih melakukan uji balistik terhadap dua proyektil yang sudah disita. Satu peluru diambil dari korban yang selamat bernama Zulkifli. Ia terkena tembakan di pahanya.

"Itu bisa diselamatkan, sekarang masih dirawat, itu termasuk dari korban yang bisa kita ambil proyektil pelurunya," katanya.

Lebih lanjut, Asep menuturkan pihaknya akan memintai keterangan Zulkifli jika sudah dalam keadaan sehat. Selain itu, pihaknya akan memintai keterangan keluarga korban untuk memastikan apakah seluruh korban adalah massa perusuh atau bukan.

"Kita lakukan pendalaman terhadap keluarga korban untuk memastikan korban ini perusuh atau bukan," katanya.

 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Presiden Menjabat 8 Tahun?
TVONE NEWS - 1 hari lalu