Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Minggu, 14 Juli 2019 | 18:37 WIB

Helikopter Jatuh Bawa WNA di Lombok Sempat Mati Mesin di 500 Meter

Team VIVA »
Ezra Natalyn
Satria Zulfikar (Mataram)
Foto :
  • VIVA/Satria Zulfikar
Jatuhnya helikopter di Lombok, Minggu 14 Juli 2019

VIVA –  Tiga warga negara asing korban helikopter jatuh di persawahan Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sudah dilarikan ke RSUD Praya.

Tiga korban masing-masing bernama Luka Marie asal Jerman, Nicholas Alexander asal Inggris, dan Donoso Lillo asal Chile. Ketiganya berhasil selamat dan hanya mengalami cedera ringan.

Baca Juga

"Untuk korban selamat semua dan dievakuasi menuju RS Praya," ujar Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, Minggu, 14 Juli 2019.

Sebelumnya, pukul 15.20 WITA, helikopter bertipe B206L4 jatuh di persawahan di Desa Kawo. Adapun nomor registrasi PKCDV dan dioperasikan PT Carpediem Air terjatuh di dekat Bandara Lombok International Airport. Penyelamatan kemudian dilakukan pascainsiden kecelakaan tersebut.

Terpopuler

Helikopter dengan rute Labuan Bajo-Lombok tersebut dibawa oleh Kapten Kustiyadi. Kapten Kustiyadi dalam kondisi selamat dan tidak cedera. Pihak Kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan.

Sementara Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Purnama, menjelaskan sebelum kecelakaan helikopter tersebut telah mengalami mati mesin di ketinggian 500 meter.

"Pesawat sipil unscheduled dengan tipe Helicopter Bell- 206L4, noreg PK-CDV info yang kami dapat mesin pesawat mati dalam ketinggian 500 meter," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pukul 14.30 Wita, helikopter terbang dari Labuan Bajo menuju Lombok dan akan mendarat di Lombok International Airport.

Pukul 14.40 Wita, helikopter tersebut terakhir kontak dengan tower. Kemudian helikopter tersebut terjatuh. Para korban dievakuasi. (ase)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Tilang Berujung Maut, Empat Oknum Polisi Ditahan
TVONE NEWS - sekitar 1 bulan lalu