Lantik Ratusan Perwira TNI-Polri, Jokowi: Jaga Pancasila dan NKRI

Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah dalam Prasetya Perwira.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Agus Rahmat

VIVA – Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah dalam Prasetya Perwira atau Praspa TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

Ada 781 perwira yang dilantik. Pelantikan itu tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 53 TNI Tahun 2019, dan Keputusan Presiden Nomor 54 Polri Tahun 2019 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akmil dan Akpol Menjadi Perwira TNI dan Perwira Kepolisian RI.

Presiden menyampaikan selamat kepada para perwira yang telah dilantik. Presiden menyadari, proses yang dilalui tidak gampang, dengan gemblengan mental dan fisik sehingga bisa lulus dan menjadi perwira.

"Sepanjang karier saudara-saudara nanti, ingatlah perasaan bangga orangtua saudara-saudara sekalian, yang pagi hari ini hadir. Jangan pernah kecewakan orangtua saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan bangsa Indonesia. Jangan pernah kecewakan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Kepala Negara mengingatkan, para perwira ini adalah penjaga masa depan bangsa Indonesia. Kejayaan Indonesia memang terlihat di depan mata. Tetapi ia mengingatkan, kejayaan itu baru bisa diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Menurut Jokowi, tantangan ke depan sudah sangat kompleks. Perkembangan teknologi melalui revolusi industri 4,0 telah memberi dampak yang besar. Teknologi memang turut berkembang, meskipun beriringan dengan itu bentuk-betuk kejahatan dan ideologi baru juga semakin banyak.

"Ada karakter kebangsaan yang kokoh menjaga NKRI dan menjaga Pancasila yang sejati. Tanggung jawab saudara-saudara sangat besar. Saudara-saudara harus terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi-ideologi luar," ujar Jokowi.

Jokowi menyebutkan, Indonesia sebagai negara besar dan majemuk, dengan beragam suku, agama dan ras golongan, juga harus dijaga. 

Kehidupan masyarakat yang saling menghargai di tengah-tengah perbedaan itu, juga harus dijaga dari upaya-upaya pembenturan. 

"Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antar anak bangsa. Saudara harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman Indonesia," kata Presiden.

Adapun jumlah perwira dari Akademi Militer yang dilantik 259 orang. Terdiri atas putra berjumlah 244 orang, putri 15 orang. Setelah itu, Akademi Angkatan Laut (AAL) sejumlah 117 orang, terdiri atas putra 103 dan putri 14 orang.

Sementara itu, dari Akademi Angkatan Udara (AAU) berjumlah 99 orang, terdiri atas putra 90 dan putri 9 orang. Kemudian, Akademi Kepolisian (Akpol) sejumlah 306 orang, terdiri atas putra 256 dan putri 50 orang.

Peraih Adhi Makayasa dari Akmil yaitu Fajar M Al Farouk dari Korps Penerbang Angkatan Darat. Fajar lahir di Bondowoso, 12 September 1996. Ia adalah putra purnawirawan TNI AD, Kasiyadi.

Sementara itu, dari AAL, peraih Adhi Makayasa bernama Ariz Pama Yudhaprawira dari korps pelaut. Ariz lahir di Jakarta, 30 Juli 1997. Ayahnya merupakan seorang prajurit TNI AL bernama Sumarto.

Dari AAU, peraih Adhi Makayasa bernama M Ihza Nurrabanni dari korpsTeknik. Ihza lahir di Sleman pada 26 Agustus 1996. Ayahnya berprofesi sebagai PNS guru, Sukijo.

Sementara itu, peraih Adhi Makayasa dari Akpol adalah Muhammad Idris. Dia berasal dari Jorong Mudiak Lawe, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan.