Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Tak Becus Tangani Karhutla, Jokowi Ancam Pecat Kapolres dan Kapolda

Kamis, 8 Agustus 2019 | 17:08 WIB
Foto :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Jokowi Datangi Kantor PLN

VIVA – Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar mencopot jajarannya yang tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, menyebut ada beberapa indikator yang membuat seorang pejabat Kapolres dan Kapolda dilakukan pencopotan.

Baca Juga

Salah satu indikatornya adalah ketika terjadi kebakaran secara masif di wilayahnya, para Kapolres atau Kapolda tidak melakukan langkah-langkah penanganan.

"Ketika terjadi kebakaran masif bukan hanya di beberapa titik, tapi di satu Kabupaten misalnya ada sekian ratus titik sementara para satkernya terbukti tidak melakukan langkah secara masif, baik menggalangkan sumber daya yang dimiliki," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Agustus 2019.

Selain itu, Dedi menuturkan pejabat terkait akan dicopot jika tak ada koordinasi dengan aparat terkait seperti TNI dan Pemda. 

Nantinya jika dalam evaluasi pejabat tersebut dinyatakan melakukan pembiaran dan penegakan hukum, kata Dedi, pejabat tersebut akan dilakukan pencopotan bahkan bisa diberi sanksi disiplin.

"Jadi ada tanggung jawab para kasatwil untuk mengontrol seluruh anggota, prasarana dan berkomunikasi langsung dengan seluruh stakeholders terkait, guna mampu memitigasi secara maksimal kebakaran hutan dan lahan, minimal melokalisir," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan dalam penanganan kasus karhutla ini memang tidak mudah. Sebab, ada wilayah yang sulit dijangkau seperti di Kalimantan.

Menurut Dedi, karakteristik wilayah Kalimantan sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat dan hanya bisa dijangkau melalui kendaraan roda dua atau berjalan kaki yang membutuhkan waktu berhari-hari.

"Makanya di Sumatera dan Kalimantan pola efektif untuk melakukan pemadaman hutan dan lahan itu dengan bom air helikopter. Kalau datang lokasi rintangan sangat panjang," katanya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler