Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 13 September 2019 | 11:07 WIB

Asap Kebakaran Hutan dan Lahan, Indonesia-Malaysia Saling Tuduh

Foto :
  • bbc
Pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api di sebuah lahan di Kampung Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 11 September 2019. - ABDUL QODIR/AFP

Dalam sepekan terakhir Indonesia dan Malaysia saling tuduh soal asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di tengah desakan pegiat lingkungan agar kedua negara bekerja sama mengatasi masalah yang rutin muncul ini.

Pegiat lingkungan juga mendesak pemerintah Indonesia mempublikasikan daftar perusahaan yang lahannya terbakar. Namun hingga kini data korporasi itu urung dibuka dengan alasan "penyidikan yang belum tuntas".

Baca Juga

Di Malaysia sendiri, sejumlah warga bercerita dampak asal yang mereka rasakan. Meenakshi Raman, warga Penang, Malaysia, di antaranya yang menyatakan makin khawatir pada asap karhutla yang menyelimuti langit kotanya.

Meenakshi, yang merupakan pimpinan lembaga pemerhati lingkungan Sahabat Alam Malaysia mengatakan cemas kabut asap bakal berdampak pada kesehatan anak-anaknya.

"Asap ini buruk, sudah berapa minggu seperti ini di Penang," ujar Meenakshi saat dihubungi dari Jakarta, Kamis 12 Sepetember 2019.

"Penglihatan kurang, kabur betul. Keluarga ada yang bilang mata pedih, perut iritasi, terutama mereka yang punya asma."

"Kami bimbang atas kesehatan anak-anak, kami tinggal dekat pantai, selalu pergi ke pantai tapi sekarang takut karena asap," tuturnya.

Merujuk sejumlah pemberitaan media setempat, kualitas udara di Penang saat ini masuk kategori tidak sehat. Otoritas setempat pun menerbitkan panduan khusus menghadapi kabut asap.

Dilansir dari kantor berita Reuters, ratusan sekolah di negara bagian Sarawak diliburkan karena kabut asap. Rabu lalu, Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin menyebut ada basis data atas tudingan asap karhutla Indonesia telah sampai ke negaranya.

Yeo menuding Indonesia tidak transparan tentang berbagai titik api yang berpotensi menyebrang ke Malaysia. Yeo merujuk pernyataannya pada data yang dihimpun ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), forum kerja sama regional antara badan meteorologi di Asia Tenggara.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Golden Globe Awards, Pray For Australia dan RIP Ria Irawan
SHOWBIZ - 6 bulan lalu
Terpopuler