Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Proyek PLTA Ancam Keberadaan Orangutan Tapanuli

Sabtu, 21 September 2019 | 00:36 WIB
Oleh :
Foto :
  • timesindonesia
Sejumlah relawan Center for Orangutan Protection (COP) menggelar aksi di bundaran UGM, Jumat (20/9/2019). (FOTO: Istimewa/TIMES Indonesia)

Sejak pertama kali diumumkan pada tahun 2012, proyek tersebut telah menjadi sasaran kritik. Ada ancaman yang ditimbulkan oleh bendungan terhadap ekosistem hutan kawasan terhadap kelangsungan hidup.  

 Ditambah pembangunan bendungan di Sungai Batang Toru diprediksi akan mematahkan habitat Oranutan dan berpotensi membawa kepunahan spesies langka yang sekarang hanya tersisa kurang dari 800 ekor itu.

Baca Juga

“Sekarang Orangutan Tapanuli sedang terancam oleh PLTA yang ada di Batang Toru, Sumatera Utara," kata ahli biologi dari COP, Indira Nurul Qomariah di sela aksi di bundaran UGM itu.

Indira mengatakan, meski baru ditetapkan menjadi spesies namun status Orangutan Tapanuli sudah critically endangered atau terancam punah apalagi populasinya tinggal kurang dari 800 ekor.

“Orangutan Tapanuli ini terancam (punah) karena jumlahnya saat ini tidak sampai 800 ekor. Jadi diperkirakan jumlahnya hanya 577 sampai 760 ekor lagi,” ungkapnya.

“Dan dengan pembukaan PLTA Batang Toru ini akan membuat habitat orangutan Tapanuli menjadi makin terfragmentasi, jadi terisolasi antar blok barat dan blok timur,” sambungnya.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler